Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
18 Nopember 2011 | BP
Enam Rekanan Terancam Denda
Proyek Jalan Lingkungan Bermasalah
Mangupura (Bali Post) -

Tahun anggaran 2011 akan segera berakhir. Namun, hingga pertengahan November ini, masih ada proyek di APBD induk 2011 yang sama sekali belum dikerjakan. Tak hanya itu, beberapa proyek khususnya yang menjadi kewenangan Dinas Cipta Karya (DCK) Badung, juga banyak yang pengerjaannya molor dari perencanaan.

Kepala DCK Badung Dessy Dharmayanti, Kamis (17/11) kemarin, tidak menampik jika saat ini masih ada sejumlah proyek molor dan sama sekali belum digarap. Proyek yang sama sekali belum digarap yakni pavingisasi jalan lingkungan di Campuhan Asri, Dalung. Sedangkan proyek yang molor tak dijelaskan secara detail.

Keterlambatan pelaksanaan proyek khususnya jalan lingkungan, menurut Dessy, akibat beberapa rekanan bermasalah dengan pengadaan paving. Sebagian besar rekanan ternyata mencari atau memesan paving di produsen yang sama. ''Rekanan mencari paving di tempat yang sama. Makanya mereka kelabakan untuk masalah pengadaan,'' ujarnya.

Terhadap molornya pelaksanaan proyek, Dessy menyatakan ada enam rekanan terancam dikenakan denda per hari dengan nilai seperseribu dari harga proyek. ''Kalau tidak juga dikerjakan, denda itu akan kami jatuhkan kepada rekanan terkait,'' katanya.

Sebagai bentuk antisipasi, DCK Badung pada 2012 akan berusaha mengalihkan rekanan ke lebih dari satu produsen. Kira-kira akan ada 10 produsen paving yang akan direkomendasikan DCK Badung kepada rekanan. Produsen ini pun harus dites terlebih dahulu agar memenuhi standar yang ditetapkan.

Selain jalan lingkungan, proyek Puspem Badung unit 31 juga mengalami keterlambatan sebesar 3 persen. Rekanan berdalih, kap baja terlambat datang. Sama halnya dengan proyek molor lainnya, DCK Badung juga mengancam akan mengenakan denda kepada rekanan.

Lambatnya pelaksanaan proyek jalan lingkungan sudah beberapa kali dikeluhkan masyarakat. Anggota Komisi B DPRD Badung I Wayan Regep bahkan menuding keterlambatan akibat kesalahan perencanaan. Dia juga mengkritik pelaksanaan proyek jalan lingkungan yang terkesan asal-asalan karena kejar target. Daripada muncul kesan pemborosan atau mubazir akibat rendahnya kualitas jalan lingkungan, Regep mengusulkan agar jalan lingkungan pada 2013 bisa dihotmix. (kmb25)



[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak