Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
12 Juni 2011 | BP
Buntut Teror Paket
Dipanggil Polisi, Dua Kurir Mangkir
Tabanan (Bali Post) -

Pascatemuan paket misterius yang diduga bom di SPBU Pacung, Baturiti, aparat Polres Tabanan langsung memanggil dua kurir pengirim. Sayangnya, mereka gagal dibawa ke Polres tanpa alasan yang jelas. Padahal, keduanya sempat berkomunikasi dengan petugas. Mereka mengaku bernama Adi dan Wily dari jasa ekspedisi Expres Pahala Kencana.

Kabag Ops. Polres Tabanan, Kompol Ketut Wartana, membenarkan pemanggilan dua kurir itu. Tetapi, ketika dihubungi, keduanya tidak bisa memenuhi panggilan Polres alias mangkir. Mereka keburu meluncur ke arah Gerokgak, Singaraja dan Pekutatan, Jembrana. ''Pemanggilan ini sebatas konteks sosial. Tujuannya, lain kali mereka tidak buru-buru mengirim paket, sehingga tidak meresahkan warga,'' tegasnya Sabtu (11/6) kemarin.

Dua kurir ini rencananya akan diberikan pembinaan. Sebab, aksi buru-buru ketika mengirim paket ternyata berdampak buruk bagi warga. Apalagi, pengirim tak mau terbuka dengan jenis paket yang dibawa. Jika tidak diberikan pembinaan, dikhawatirkan akan terjadi lagi peristiwa serupa. Penerima mendadak panik karena khawatir mendapat kiriman paket bom. Padahal, ketika diperiksa isinya barang yang tidak berbahaya. ''Kalau ini dibiarkan, akan banyak warga yang takut dan menghubungi polisi,'' kata Wartana.

Pascakejadian, para kurir jasa paketan diminta terbuka dan jujur dengan barang yang dikirim. Warga penerima paket juga diimbau tidak cepat panik ketika menerima paket misterius. Cara ini, kata Wartana, untuk menghindari kegaduhan di masyarakat hanya karena paket yang mencurigakan. ''Kita boleh takut, tetapi sebaiknya tidak langsung panik,'' ujar perwira melati satu di pundak ini.

Diberitakan sebelumnya, warga Banjar Pacung Desa Baturiti gempar setelah SPBU di desa setempat mendapat paket misterius. Karena panik, pengelola SPBU di jalan raya Tabanan-Baturiti tersebut melapor ke Polres. Tim jihandak dari Brimob Polda Bali juga turun ke lokasi. Setelah diperiksa, paket terbungkus kardus mi instan ini ternyata hanya berisi tumpukan kertas brosur produk BBM. Paket itu memang dikirim secara acak ke sejumlah SPBU.

Meski tak terbukti bom, temuan paket itu sempat membuat aparat Polres Tabanan kelabakan. (udi)



[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak