Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
27 Mei 2011 | BP
Dikeluhkan, Layanan Parkir di BRSU Tabanan
Tabanan (Bali Post) -

Beberapa minggu terakhir, layanan parkir di Badan Rumah Sakit Umum (BRSU) Tabanan banyak dikeluhkan warga. Mereka menyoroti sulitnya mendapatkan lahan parkir ketika jam sibuk, terutama bagi kendaraan roda empat. Bahkan, tak jarang warga yang sedang mengantarkan pasien harus menunggu karena tidak mendapatkan parkir.

Parkir kendaraan roda dua juga dirasakan cukup parah. Saat jam sibuk, areal parkir selalu penuh sesak. Warga pun kerap kebingungan mencari parkir ketika akan masuk ke rumah sakit. Salah satu alternatifnya, warga terpaksa parkir di depan halaman kantor pemkab. Risikonya, mereka harus berjalan kaki dan menyeberang jalan. Ironisnya, meski layanan parkir minim, kendaraan yang parkir tetap ditarik retribusi. Setiap jam sibuk, parkir selalu antre. ''Kami perlu waktu lama agar bisa parkir,'' ujar salah satu pengunjung, Kamis (26/5) kemarin.

Pengunjung ini mengaku, sulitnya lahan parkir ini sudah terjadi sejak lama. Terutama, ketika parkir di pinggir jalan depan rumah sakit ditutup. Karena lahan parkir minim, para pengunjung selalu kebingungan menempatkan kendaraannya. "Kalau parkirnya sulit, pasien pasti malas ke rumah sakit," kritik pengunjung lainnya.

Direktur BRSU Tabanan, dr. Gede Wiryana Patra Jaya, mengakui minimnya lahan parkir tersebut. Dia menjelaskan, pihaknya sudah mengeluarkan berbagai langkah untuk mengantisipasi kekurangan lahan parkir. Salah satunya, membuat surat edaran bagi karyawan rumah sakit. Isinya, dilarang membawa mobil ketika masuk ke kantor. "Seluruh karyawan termasuk para dokter kami sarankan membawa sepeda motor sehingga areal parkir tidak penuh oleh mobil karyawan," tegasnya Kamis (26/5) kemarin.

Wiryana menambahkan, kendaraan roda empat yang banyak tidak hanya milik karyawan rumah sakit. Para mahasiswa praktik juga banyak yang membawa mobil sehingga memenuhi areal parkir. Selain membuat larangan membawa mobil, pihak rumah sakit mengubah pola alur kendaraan yang masuk. Jika ada kendaraan yang membawa pasien, diminta langsung ke depan ruang instalasi gawat darurat (IRD), lalu pasien diturunkan dengan bantuan satpam. "Ini untuk menghindari kemacaten di pintu masuk rumah sakit," tegasnya.

Menurut Wiryana, kekurangan lahan parkir ini muncul sejak areal pinggir jalan ditutup untuk parkir kendaraan. Sejatinya, kata Wiryana, pihak rumah sakit sudah berusaha menambah lahan parkir di sekitar rumah sakit. Namun karena minimnya lahan, baru ada sekitar 6,5 are lahan parkir yang tersedia. Letaknya, di belakang rumah sakit yang terbagi dua tempat. Namun karena lonjakan kunjungan pasien, lahan parkir yang disediakan itu masih kurang. Untuk menghindari luberan mobil, biasanya para dokter memilih parkir di dekat kantor bupati. Lalu, mereka berjalan kaki menuju rumah sakit.

Wiryana memastikan, pihaknya akan terus mengupayakan lahan parkir yang nyaman bagi pengunjung. Salah satu caranya, memindahkan ruang VIP ke rumah sakit internasional di Desa Nyitdah. Rumah sakit bergengsi ini diharapkan segera beroperasi sehingga BRSU Tabanan tidak lagi kebanjiran pengunjung yang berdampak pada sesaknya areal parkir. (udi)





[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak