Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
04 Februari 2011 | BP
Kesenjangan Tunjangan PNS Picu Kecemburuan
SAMA-SAMA berstatus pegawai negeri sipil (PNS), tak berarti nafkah yang diterima di beberapa kabupaten di Bali akan sama. Ada daerah dengan kemampuan finansial lebih memberikan sejumlah tunjangan kepada pegawainya. Namun ada pula pegawai pada suatu daerah hanya mendapatkan gaji ditambah tunjangan beras seperti Tabanan. Tak heran ketika rapat di provinsi ada pegawai dari satu daerah dengan bangga memamerkan gaji plus tunjangannya, sehingga mengundang kecemburuan.



Badung dengan pendapatan asli daerah (PAD) tertinggi memberikan berbagai tunjangan. Di antaranya tunjangan insentif bervariasi tergantung golongan dan eselon. Tunjangan beban kerja rinciannya golongan II Rp 300.000, Gol. III staf Rp 309.000, gol. III menjabat Rp 315.000, Gol IV staf Rp 311.000 dan golongan IV menjabat Rp 351.000. Disusul tunjangan uang makan per hari Rp 20.000.

Seorang pegawai mengaku meski sejumlah tunjangan diterimanya, gaji per bulannya hanya untuk membayar hutang. Sementara biaya hidup sehari-hari mengandalkan tunjangan yang besarnya mendekati gaji.

Bagaimana dengan di Tabanan? Kabupaten lumbung beras ini hanya dapat tunjangan beras karena PAD-nya kecil. ''Kami sangat mengharap Ibu Bupati beserta Pak Wakil Bupati bisa memahami kehidupan para pegawai. Minimal berani memberikan tunjangan di luar gaji,'' harap seorang PNS yang sudah mengabdi 20 tahun.

Pemerhati politik Tjok. Atmaja menyatakan para pegawai tidak perlu mengeluh dengan minimnya tunjangan. ''Kalau memang mau kaya kenapa tidak memilih jadi pengusaha saja,'' katanya. Namun dia tidak sependapat jika sebuah daerah mengamputasi hak-hak yang mestinya diperoleh pegawai. Jika sebuah daerah mempunyai kemampuan memberikan berbagai tunjangan kepada para pegawai, silahkan diberikan dengan tetap memperhatikan kemampuan daerah.



Pas-pasan

Meski sudah menerima tunjangan, sebagian besar PNS di Badung masih mengeluhkan gajinya pas-pasan. Terlebih bagi PNS yang sudah berkeluarga. Seorang PNS golongan IIIA di Sekretariat Daerah, per bulannya mendapatkan Rp 2,4 juta. Rinciannya Rp 1.650.000 gaji pokok. Tunjangan istri Rp 180 ribu, insentif Rp 750 ribu. ''Itu golongan IIIA. Kalau golongan lain, perbedaaanya tidak terlalu signifikan,'' ucapnya. Selain itu, masa kerja juga mempengaruhi tingkat pendapatan.

Baginya, penghasilan PNS masih pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan hidup per bulan. PNS golongan III dengan tiga orang anak, di zaman sekarang akan banyak menemui kesulitan ekonomi. Makanya, tidak sedikit di antara para pegawai yang buka usaha sampingan.

Namun ada juga pegawai di SKPD tertentu berpendapatan lumayan. Bahkan kerap disebut tinggi. Yakni Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Badung. Selain gaji dan tunjangan, mereka juga menerima UP (upah pungut). Insentif per bulannya ini nilainya sangat besar.

Keistimewaan inilah kerap memancing kecemburuan di lingkungan Pemkab Badung. ''Kalau saya ditempatkan di Dispenda baru bisa sejahtera,'' celetuk salah seorang pegawai.

Bagaimana di Pemkot? Sementara di Denpasar, pemberian uang di luar gaji sudah berlangsung sejak lama. Bahkan, uang makan setiap pegawai sehari Rp 15.000. Namun, bila pegawai tidak masuk kerja, otomatis uang makan tersebut tidak mereka peroleh. ''Inilah yang dimaksud dengan kesejahteraan yang mengacu pada kinerja,'' ujar Sekretaris Daerah Kota Denpasar A.A. Ngurah Rai Iswara didampingi Kabag Keuangan Pemkot Denpasar Wayan Gunawan, Rabu (2/2) lalu.

Dalam sebulan, uang makannya bisa Rp 330.000. Selain itu ada uang tambahan penghasilan. PNS juga berhak atas seragam kerja setiap tahun. ''Feberuari ini sudah dapat endek baru lagi,'' katanya. Gunawan menambahkan, selain insentif, PNS di Pemkot Denpasar juga memperoleh gaji ke-13. Besarnya sesuai dengan gaji dan tunjangan yang diterimanya setiap bulan. Tahun 2011 gaji pegawai dirancang Rp 287.807.631.600. (sub/ara/kmb25)



[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak