Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
24 Nopember 2010 | BP
Siswi SMA Lahirkan Bayi di Luar Nikah
Semarapura (Bali Post) -
Perilaku seks bebas di kalangan pelajar saat ini, rupanya tak bisa dipungkiri lagi. Seorang siswi sebuah SMA di Kabupaten Klungkung, IS, melahirkan bayi laki-laki, Senin (22/11) lalu, di kamar mandi rumahnya di Klungkung. Kelahiran bayi laki-laki itu menggemparkan warga dan banjar adat. Pasalnya, bayi tersebut lahir di luar nikah.

Keluarga IS harus membayar sanksi adat berupa pecaruan di perempatan agung di tempatnya tinggal untuk menghilangkan leteh. Juga pecaruan di merajan dan halaman rumahnya. ''Kami memang memberitahukan soal kelahiran bayi itu ke adat, lingkungan, kepala desa dan pihak terkait lain,'' ungkap nenek IS, Nengah Kasning, Selasa (23/11) kemarin.

Kasning yang saat itu didampingi Ni Wayan Resni (Ibu IS-red) mengatakan keluarga tak melihat tanda kehamilan. Pasalnya IS tetap beraktivitas dan sekolah seperti biasa. Tahu-tahu dia (IS) mengeluh sakit perut dan lari ke kamar mandi. ''Saat di kamar mandi, saya dengar tangisan bayi,'' tambah Resni. Saat dicek, ditemukan bayi yang baru saja dilahirkan IS. Resni memberi pertolongan dan memanggil bidan untuk mengecek kesehatan bayi dan IS.

Kejadian tersebut jelas membuat shock keluarga. Selain karena aib, juga harus menanggung beban psikologis di hadapan adat dan lingkungan. Keluarga mendesak laki-laki yang menghamili IS mempertanggungjawabkan perbuatannya.

''Jika menolak bertanggung jawab, lain lagi masalahnya,'' ujar Kasning seraya mengakui ada laki-laki yang datang dan menyatakan siap bertanggung jawab. Namun, laki-laki tersebut mengaku masih harus membicarakannya dengan keluarga.

IS mengatakan laki-laki yang menghamili dirinya, Ketut P kakak kelas yang dipacarinya sejak lama. Ketut P berasal dari Lombok Barat, namun tinggal di sebuah ashram di Klungkung. ''Dia sudah datang menemui saya dan keluarga. Katanya siap bertanggung jawab,'' ujar Kadek Ita yang mengaku sadar dirinya hamil setelah kehamilannya memasuki usia delapan bulan. Namun, dia tetap bersekolah seperti biasa. (kmb20)



[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak