Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kabupaten
04 September 2010 | BP
Nama Kepala BKD Bangli Dicatut
Pelaku Minta Uang Pelicin Rp 2,5 Juta
Bangli (Bali Post) -
Pendataan pegawai honorer di Bangli yang akan diusulkan diangkat menjadi CPNS mulai menyulut keresahan. Pasalnya, ada oknum yang mencatut nama Kepala BKD Bangli Hotnauli Montey. "Montey gadungan" menghubungi seluruh dinas di Bangli untuk meminta data pegawai beserta nomor telepon pribadi pegawai.

Setiap pegawai yang dihubungi oleh orang yang mengaku Montey itu, diminta segera melengkapi data. Namun ujung-ujungnya, oknum itu meminta agar pegawai mempersiapkan uang antara Rp 1.750.000 sampai Rp 2,5 juta sebagai uang pelicin agar bisa menjadi CPNS.

Celakanya, pegawai pada Dinas Peternakan dan Perikanan pascamenerima telepon beberapa hari lalu, langsung bereaksi mengumpulkan uang pelicin dimaksud. Untungnya, uang yang dikumpulkan itu bukan ditransper lewat rekening melainkan, dibawa langsung ke Hotnauli Montey (asli). Merasa tidak pernah memerintahkan untuk mengumpulkan uang semacam itu, Montey terkejut dan bingung. Akhirnya, pegawai diminta untuk berhati-hati dan uang itu agar dikembalikan kepada pemiliknya.

Pada Kamis (2/9) lalu, oknum yang mengaku Kepala BKD itu pun kembali beraksi menghubungi Sekcam Bangli. Oknum yang mengaku Montey itu awalnya meminta agar seluruh pegawai honorer di kantor Camat Bangli segera mempersiapkan data diri berikut nomor telepon yang bisa dihubungi. Siang hingga sore pascadata telepon pegawai diberikan, satu per satu pegawai di kantor Camat Bangli dihubungi oknum yang mengaku Montey dari nomor 085214116225. Awalnya meminta persiapan mental untuk pendataan, ujung-ujungnya meminta sejumlah uang pelicin untuk memuluskan permainan pelulusan CPNS jalur honorer.

Ketika Bali Post mencoba untuk menghubungi nomor tersebut, ternyata tidak aktif. Kepala BKD Bangli Hotnauli Montey ketika dimintai konfirmasi Jumat (3/9) kemarin, membenarkan serentetan peristiwa pencatutan nama baiknya oleh oknum tidak jelas. Motifnya, untuk mencari keuntungan di tengah upaya pendataan pegawai honorer mengacu SE No. 05. Sekitar satu minggu lalu, dirinya sempat didatangi oleh pegawai Dinas P2 dan P3. Bahkan, untuk P2 mereka telah mengumpulkan sejumlah uang yang konon atas permintaan dirinya. Padahal, dirinya tidak pernah memerintahkan seperti itu. Proses pendataan dan keputusan diangkat atau tidak menjadi CPNS harus berdasarkan aturan, bukan main belakang seperti itu.

Karena merasa nama baiknya telah dicatut, dirinya memerintahkan agar jika ada telepon seperti itu dikonfirmasikan. Kabetulan, oknum yang mengaku bernama Montey itu menghubungi salah satu pegawai. Pegawai itu pun menyerahkan telepon itu pada dirinya. Antara dirinya dengan oknum yang mengaku dirinya langsung bercakap-cakap melalui telepon. Dirinya yang berpura-pura menjadi pegawai itu pun janjian dengan oknum yang mengaku Kepala BKD itu bertemu di BKD. Namun, oknum itu tertawa selanjutnya menutup pembicaraan. "Tegas saya katakana, proses pendataan pegawai yang akan diusulkan menjadi CPNS dilakukan atas dasar aturan, tidak ada main uang seperti itu," pintanya. (kmb17)



[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak