Bangli (Bali Post) -
Diduga suspect flu burung (H5N1), Ni Komang Nilawati (15), warga Pulesari Kecamatan Tembuku, Bangli dilarikan ke RS Sanglah, Rabu (5/8) malam. Sementara tim dari Dinas Kesehatan serta Peternakan Bangli, Kamis (6/8) kemarin, langsung meninjau lokasi rumah korban, setelah menerima laporan. Setelah dilakukan rapid test terhadap unggas jenis ayam milik korban yang telah mati, ada indikasi kematian ternak itu akibat virus H5N1.
Informasi di Tembuku, sebelumnya korban sempat kontak dengan ternaknya yang ditemukan mati mendadak. Korban yang minim informasi itu melakukan kontak langsung dengan ternak itu, selanjutnya dikuburkan. Tidak lama kemudian, korban mengalami demam dan pilek. Khawatir terjadi sesuatu dengan anaknya, akhirnya orang tuanya, Nusraba, merujuknya ke RS Sanglah.
Menerima pengaduan itu, sejumlah tim dari Pemkab Bangli kemarin meninjau lokasi kejadian. Juga, melakukan pengujian atas bangkai ayam yang telanjur dikuburkan. Dugaan flu burung pun akhirnya menguat. Sejumlah ternak milik korban langsung dimusnahkan.
Sehubungan dengan hal itu, Bupati Bangli melalui Kabag Humas Pemkab Bangli Made Ari Pulesari meminta supaya masyarakat tetap tenang dan waspada. Jika menemukan kematian ayam tidak wajar, agar dilaporkan kepada petugas. Upaya pencegahan juga telah dilakukan pemerintah melalui penyemprotan disinfektan. Sosialisasi pencegahan dan penanganan pascakejadian ini kepada masyarakat setempat, juga akan dilakukan. (kmb17)
|