Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Orti Bali
14 Juli 2013 | BP
Sri Ayu Pradnya Larasari
BERBINAR DENGAN PUISI
Sebuah puisi berjudul Pesta Seni Ring Bali dibacakan begitu ekspresif oleh seorang remaja putri dalam Lomba Cipta dan Baca Puisi Berbahasa Bali Tingkat SMA/SMK se-Bali, Sabtu (22/6) lalu, di Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Propinsi Bali. Kata demi kata yang terucap dari bibirnya menggetarkan kalbu. Sorot matanya yang berbinar ceria mempesona segenap penonton. Pembacaan puisi yang berdurasi sekitar dua menit itu mampu mengkomunikasikan afmosfer peristiwa budaya yang minggu-minggu ini sedang menggelinding di Bali, Pesta Kesenian Bali (PKB).

Puisi yang dibacakan oleh siswi SMA Negeri 3 Denpasar itu adalah sebagai berikut: Sasih juni-juli ring Bali/Malih kacunduk ring pesta seni/Sami pada girang ledang ugi. Kapikamkam gubernur mantra/Pinaka sarana ngwerdiang seni budaya/Ri kala ngatonin zaman awor tan pawates. Sekancan seni kabeber keajiang/Seni tradisi klasik makejang kesayang/Seni reragragan anyar makebyar liang. Kelanguan seni nadiang budi siwam/Kelanguan seni ngidupang idep satyam/Kelanguan seni ngentenang taksu sundaram. Taksu Bali magenah ring seni/Oka putu yowana sami sampunang lali/Rauh ngeruruh suksman sih pesta seni sambilang melali.

Siapakah gerangan yang menciptakan puisi tersebut? Penciptanya tiada lain pembacanya sendiri, Sri Ayu Pradnya Larasari. Dalam lomba cipta dan baca puisi itu, setiap peserta diharuskan menyajikan puisi karya peserta sendiri selain wajib membaca sebuah puisi yang disediakan panitia berjudul Basa Bali karya Suntari Pr. Lomba yang diikuti oleh masing-masing tiga orang duta kabupaten dan kota se-Bali itu berlangsung dalam suasana yang menggairahkan. Tampak setiap peserta tampil bersemangat dengan aneka gaya dan identitasnya. Larasari sebagai duta Kota Denpasar tampil cukup mencuat. Tiga orang juri menetapkannya sebagai Juara I.

Jagat seni dan bahasa Bali telah menghantarkan gadis kelahiran 16 Desember 1997 ini merengkuh prestasi. Laras, demikian panggilan akrab dara asal Banjar Babakan, Sukawati, Gianyar ini, telah berinteraksi lekat dengan dunia seni sejak bocah. Sejak usia 9 tahun ia telah tampil di arena PKB dalam berbagai bidang seni seperti menari, menyanyi, mendongeng, dan berteater dolanan. Demikian pula pada PKB tahun 2013 ini, Laras didaulat tampil dalam sebuah fragmen tari Parade Gong Kebyar Dewasa. Puisi ciptaannya, Pesta Seni Ring Bali, kiranya merupakan apresiasi dan penghayatannya terhadap PKB yang kini berusia 35 tahun.

Seiring dengan reputasinya dalam dunia tari yang telah sekian kali keluar sebagai Juara I lomba-lomba tari se-Bali, Laras yang dilahirkan dilingkungan keluarga sastrawan juga bersinar pada bidang seni dengan media bahasa Bali. Laras telah tampil dalam berbagai lomba masatua (mendongeng) sejak duduk di bangku SD. Tahun 2012, Juara I Masatua Se-Bali Tingkat SMP, berhasil direngkuhnya. Juara I Lomba Pidarta Se-Bali Tingkat SMA/SMK juga berhasil diraihnya pada tahun lalu. Kepiawaiannya mendongeng dan berpidato dalam bahasa Bali telah mengantarnya tampil dalam sejumlah acara bergengsi. Pada tanggal 23 Mei lalu, Laras hadir menuturkan dongeng Pan Balang Tamak dalam pembukaan Konferensi Pendongeng Se-Dunia yang berlangsung di Legian, Kuta. Sebelumnya, pada awal Maret, Laras sempat diundang mapidarta dengan tajuk Malarapan Tresna Mabasa Bali Mapikukuh Budaya Ngewangun Karakter Wangsa di gedung DPRD Bali. “Saya cinta seni budaya Bali,” ujar Laras lugas. (Bagus)



[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak