Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Pendidikan
08 Oktober 2012 | BP
Pendidikan Antikorupsi di Undiksha Singaraja
Diselipkan dalam Kuliah Agama, Pancasila dan Kewarganegaraan
MULAI tahun ajaran 2012-2013 ini Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja akan menyelenggarakan pendidikan antikorupsi. Pendidikan antikorupsi itu akan diselipkan dalam mata kuliah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan.

Hal itu terungkap dalam workshop Pengintegrasian Pendidikan Antikorupsi pada Mata Kuliah Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan dan Pendidikan Pancasila yang digelar di Kampus Undiksha, Kamis (4/10) lalu.

Workshop yang diselenggarakan UPT MPK (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian) Undiksha itu menghadirkan dua narasumber, yakni Drs. I Made Pageh, M.Hum., dari jurusan Pendidikan Sejarah Undiksha dan Drs. Ida Bagus Sutresna, M.Si., dari jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Kedua narasumber itu sebelumnya telah dikirim untuk mengikuti kegiatan training of trainers (TOT) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam workshop itu juga terungkap bahwa pengintegrasian pendidikan antikorupsi tidak hanya bisa diberikan secara normatif. Perlu diberikan tugas atau kegiatan yang membuka pengetahuan mahasiswa mengenai antikorupsi. Selain itu, pembelajaran perlu dirancang agar dapat memberi pengetahuan yang mendalam mengenai korupsi sebagaimana secara implisit tersurat dalam silabus mata kuliah Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Pendidikan Pancasila.

Ketua Panitia Drs. I Nyoman Pursika, M.Hum., mengatakan workshop itu diselenggarakan untuk menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Dirjen Dikti tertanggal 30 Juli 2012 tentang Implementasi Pendidikan Anti Korupsi di Perguruan Tinggi. Sesuai SE tersebut, perguruan tinggi dimohon untuk menyelenggarakan pendidikan antikorupsi mulai tahun ajaran 2012/2013. Alternatif penyelenggaraan pendidikan antikorupsi dapat dilakukan dalam bentuk mata kuliah wajib atau pilihan, atau disisipkan dalam mata kuliah yang relevan. Untuk di Undiksha disimpulkan bahwa pendidikan antikorupsi itu diselipkan dalam mata kuliah Pendidikan Agama, Pancasila dan Kewarganegaraan.

Menurutnya, workshop diselenggarakan untuk menyamakann persepsi, pandangan dan langkah-langkah di antara tim pengampu mata kuliah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan, yang mana ketiga mata kulaih tersebut sama-sama memuat pendidikian antikorupsi. Selain itu juga untuk menghindari tumpang tindih kajian materi Pendidikan Antikorupsi di dalam ketiga mata kluiah tersebut. (ad10)





[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak