Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kota
16 Juni 2013 | BP
Pembukaan Pawai PKB Ke XXXV Diguyur Hujan
Denpasar (Bali Post)--

PEMBUKAAN Pesta Kesenian Bali (PKB) ke XXXV diawali dengan pawai kesenian dari berbagai daerah di Bali dan Indonesia di depan lapangan Monumen Bajra Sandi, Renon, Sabtu (15/6) kemarin, berlangsung meriah meski sempat diguyur hujan. Acara pawai yang menghadirkan kurang lebih 15 pertunjukan kolosal dari berbagai daerah dibuka secara resmi oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono ditandai dengan pemukulan Gong Berri.
Pementasan pawai diawali dengan atraksi gambelan Adhi Merdangga dan tarian Siwa Nataraja garapan dari para siswa SMKN 5 Denpasar. Tarian Siwa Nataraja merupakan sebuah tarian yang menggambarkan sinar suci Siwa. Acara lalu dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian Provinisi Papua yang menampilkan tarian khas daerah disertai dengan bendera merah putih yang menandakan semangat memperjuangkan kebersamaan membangun bangsa.
Pawai kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian dari Kabupaten Karangasem, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Gianyar, Kota Denpasar, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Bangli, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, Negara Timor Leste, Stikom Bali dan ditutup marching band dari Universitas Udayana.
Pada kesempatan tersebut Gubernur Bali, Made Mangku Pastika memberikan sambutan serta menjelaskan tema yang diusung PKB ke XXXV kali ini yaitu Taksu membangkitkan daya seni kreatif dan jati diri. Pawai kesenian ini menggambarkan berbagai dinamika seni di Bali yang tumbuh dan bangkit dari daya kreatifitas seniman Bali dan melahirkan karya-karya yang angung, yang menunjukan jati diri masyarakat Bali. "Dalam kerangka kehidupan modernisasi, sosial religius masyarakat Bali, taksu mendorong tumbuhnya keharmonisan dan keserasian antara buana alit dan buana agung. Secara umun pawai PKB kali ini, berupaya menyajikan berbagai bentuk keragaman dan kesenian di Bali,"ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, dalam prosesi pawai ini juga menampilkan satuan pengamanan tradisional yakni pecalang dan jajan sarat yang digarap dalam bentuk seni. "Untuk peserta luar negeri dalam pawai hanya satu yakni dari Negara Timor Leste,"ungkapnya.
Seperti biasa Komjen dari berbagai negara turut serta menonton acara pawai. Meski sempat diguyur hujan, masyarakat yang memadati sepanjang area pawai terlihat tetap antusias menonton.
Namun masyarakat tampak kesulitan mengakses dan menyaksikan atrasi dan pawai PKB karena tidak tertibnya penonton dan juga kurangnya pengaturan dari panitia. Masyarakat juga mengeluhkan rute pawai PKB yang dinilai terlalu pendek dan atraksi pawai hanya difokuskan di sekitar panggung kehormatan tempat Presiden SBY dan sejumlah pejabat serta undangan duduk.
Budayawan Nyoman Gunarsa mengatakan memang masyarakat agak kesulitan untuk mengakses dan menyaksikan pawai secara keseluruhan karena kurangnya pengaturan dari panitia. Menurutnya dari segi tempat, areal sekitar Monumen Bajra Sandi
Renon cukuplah luas dan sangat strategis untuk pelaksanaan pawai. Namun rute pawai terlalu pendek sehingga masyarakat tidak bisa seluruhnya menikmati pawai. "Mestinya pawai dibuat berputar mengelilingi Bajra Sandi dan atraksi juga tidak hanya ditampilkan di depan panggung kehormatan. Selain itu, areal pinggir jalan yang dilalui pawai juga mesti steril dari parkir kendaraan sehingga masayarakat bisa leluasa menonton," katanya.
Maestro seni lukis itu juga mengkritisi keberadaan panggung kehormatan yang dibuat dari bahan-bahan bambu dan kayu yang sehabis PKB tidak terpakai lagi. Menurutnya mestinya panggung Dengan system block down yang mana sehabis dipakai bisa disimpan dan dipakai lagi.
Ditambahkan, dalam pawai PKB kali ini banyak inovasi, kreasi dan hal baru yang ditampilkan dari seniman di Bali sehingga PKB tidak terkesan monoton. "Inovasi dan kreasi ini harus terus dikembangkan sehingga setiap PKB ada hal-hal baru," pungkasnya.
Setelah pawai ini di gelar, Pembukaan PKB ke XXXV akan dilanjutkan pada malam hari di panggung terbuka Arda Candra, Art Center Denpasar dengan pagelaran oratorium Garuda Digjaya Mahambhara oleh ISI Denpasar
Sementara pada pagelaran Minggu (16/6) hari ini akan digelar pementasan kesenian dari Lampung Barat sekitar pukul 11.00 wita di kalangan Ratna Kanda Art Center, Denpasar. Sementara Pukul 17.00 Wita pagelaran ngelawang di depan Kalangan Ayodya. Pukul 20.00 wita pementaasan kesenian consulado Geraal De Timor Leste, di Wantilan. (ina/wid).

[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak