Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kota
15 Mei 2013 | BP
Sikapi Laporan Dugaan Pelanggaran
Panwaslu Bali Jangan Loyo
Denpasar (Bali Post) -
Temuan dan laporan dari masyarakat soal dugaan pelanggaran pilgub begitu banyak yang masuk ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), baik Bali maupun kabupaten. Di antaranya temuan teranyar soal beredarnya paket sembako berisi nama kandidat cagub-cawagub nomor 2 (Pasti-Kerta) di Bangli. Kasus serupa juga terjadi di Buleleng dan Jembrana. Sementara di Tabanan juga beredar surat kaleng yang nadanya memprovokasi. Atas adanya temuan dan laporan dugaan pelanggaran pilgub itu, berbagai kalangan meminta Panwaslu proaktif menangani kasus tersebut.
Pengamat sosial politik Dr. A.A. Gede Raka, M.Si. meminta Panwaslu Bali dan Panwaslu Kabupaten/Kota bergerak cepat merespons, menindaklanjuti dan menuntaskan setiap temuan dan laporan masyarakat. ''Panwaslu Bali jangan loyo. Harusnya bergerak cepat. Jangan sampai temuan masyarakat dan laporan-laporan yang ada didiamkan,'' katanya, Selasa (14/5) kemarin.
Raka juga meminta Panwaslu bersikap tegas dan bergerak cepat untuk memastikan apakah itu pelanggaran atau tidak. Jangan sampai dibiarkan mengambang karena akan memicu pandangan atau penilaian tidak sedap atas kinerja Panwaslu. ''Kami harapkan Panwaslu tegas. Tindak sesuai aturan yang ada. Kalau termasuk pelanggaran, ya... nyatakan sebagai pelanggaran dan segera tindak tegas. Makin cepat Panwaslu bertindak makin bagus, jangan sampai ada pelanggaran dibiarkan begitu saja,'' ujar dosen Fisipol Universitas Ngurah Rai (Unrai) Denpasar ini.
Mantan Sekda Gianyar ini juga meminta Panwaslu bersikap netral dalam menyikapi laporan dugaan pelanggaran di antara kedua kandidat. Jangan sampai Panwaslu kesannya tebang pilih dalam menyikapi laporan dugaan pelanggaran. Panwaslu jangan loyo menyikapi laporan masyarakat.
Ketua Panwaslu Bali Made Wena mengatakan sudah proaktif dan serisus menindaklanjuti setiap temuan dan laporan masyarakat soal dugaan pelanggaran pilgub. ''Kami sebenarnya sudah bergerak cepat, namun memang ada tahapan dan mekanisme yang harus ditempuh. Proses tindak lanjut itu juga tergantung kerja sama pihak pelapor ataupun terlapor,'' katanya.
Soal laporan masyarakat tentang beredarnya paket sembako berisi nama kandidat nomor 2 di beberapa tempat seperti Buleleng, Jembrana dan Bangli, menurutnya, Panwaslu kabupaten bersangkutan sudah menyikapi itu. Apakah itu termasuk pelanggaran? ''Panwaslu belum serta merta bisa menentukan itu pelanggaran. Panwaslu perlu mengkaji dan juga meminta keterangan dari pelapor. Tetapi yang jelas kami memiliki mekanisme dan prosedur menindaklanjuti setiap laporan yang ada,'' terangnya. (kmb29)

[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak