Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kota
17 April 2013 | BP
Dikejar Waktu Labelisasi Soal UN Dilakukan di Gudang Penyimpanan
Denpasar (Bali Post) -

Percetakan Ghalia Indonesia Printing selaku pemenang lelang pencetakan naskah soal Ujian Nasional (UN) SMA/MA, SMA Luar Biasa, SMK dan Pendidikan Kesetaraan Paket C untuk Provinsi Bali dan 10 provinsi lainnya di Indonesia, tampaknya benar-benar kurang siap. Meskipun sebagian dari naskah UN sudah tiba di Bali, namun sebagian besar dari naskah soal itu diterima oleh Tim Kerja Pengawas (TKP) UN Provinsi Bali dalam kondisi belum dilabelisasi. Artinya, paket naskah soal itu belum ditulisi nama-nama sekolah yang siswa-siswanya terdaftar sebagai peserta UN.

Akibat dikejar waktu, pihak percetakan baru melakukan proses labelisasi tersebut di gudang penyimpanan naskah soal di Auditorium Widyasabha Universitas Udayana (Unud) Kampus Bukit Jimbaran. Koordinator TKP UN SMA/MA, SMA Luar Biasa, SMK dan Pendidikan Kesetaraan Paket C Provinsi Bali Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD.(KHOM) didampingi Sekretaris I Wayan Antara, S.E., M.M., Selasa (16/4) kemarin mengaku sangat menyesalkan kelambanan kinerja pihak percetakan. Gara-gara proses labelisasi baru dilakukan di gudang penyimpanan, secara otomatis proses verifikasi dan pendistribusian naskah soal UN ke kabupaten/kota juga tertunda.

Ironisnya lagi, sampai berita ini ditulis pihaknya belum menerima naskah soal UN dalam kondisi lengkap. Padahal, seluruh naskah soal UN paling lambat sudah harus didistribusikan ke kabupaten/kota, Rabu (17/4) pagi ini. ''Kami benar-benar dibuat pusing tujuh keliling dengan kinerja percetakan yang amburadul seperti ini,'' katanya mengkritisi.

Bakta menegaskan, pihaknya tidak mau menandatangani berita acara serah terima naskah soal UN yang kondisinya belum lengkap. Sebelum labelisasi dituntaskan, pihaknya tidak akan membubuhkan tanda tangan. Pasalnya, pihaknya tidak mau disalahkan jika nantinya ada naskah soal yang kurang lengkap, tertukar dan sejenisnya gara-gara ketidakbecusan kinerja percetakan. ''Ya, ada kesan percetakan memang kurang siap. Biasanya, kami sudah menerima paket soal yang sudah langsung dilabelisasi dari percetakan, sehingga proses verifikasi bisa dilakukan dengan cepat,'' ujarnya.

Bagaimana jika sampai Selasa (16/4) malam pihak percetakan belum mampu mendistribusikan naskah soal UN dalam kondisi lengkap atau sesuai dengan jumlah sekolah yang mengikuti UN? Menjawab pertanyaan itu, Bakta mengaku tidak punya pilihan lain. Bagaimana pun kondisinya, seluruh naskah yang sudah diterima sudah harus didistribusikan ke kabupaten/kota paling lambat Rabu (17/4) hari ini pukul 05.00 wita. ''Kami tidak bisa menunggu-nunggu terus tanpa kepastian seperti ini. Apalagi, pelaksanaan UN SMA/SMK sederajat di Bali sudah tertunda sampai dua kali karena ketidakbecusan kinerja percetakan. Tentunya, kami sangat menyesalkan hal ini. Pemerintah pusat wajib memetik pelajaran berharga dari kekisruhan pelaksanaan UN tahun ini,'' tegasnya. (kmb13)




[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak