Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kota
15 Desember 2012 | BP
Simulasi PKD Dirgantara
Jalak Bali Airline Terbakar di Bandara Ngurah Rai
PESAWAT Jalak Bali Airline type Boeing 737 seri 800 dengan 133 orang penumpang, Jumat (14/12) kemarin mendarat darurat di Bandara Ngurah Rai, Tuban, Kuta akibat kerusakan mesin (engine trouble). Pilot pesawat dengan tujuan Kuala Lumpur - Denpasar saat menuju Bandara Ngurah Rai melaporkan indikator mesin di cockpit menyala dan terdapat gangguan pada mesin nomor dua.

Pukul 10.22 wita, pesawat dengan call sign JBR-070 tersebut berhasil mendarat dengan menggunakan Runway 09, namun keluar dari landasan dan terbakar. Kecelakaan itu mengakibatkan 4 orang meninggal dunia, 56 luka-luka dan 73 orang penumpang selamat. Sementara di sisi lain, petugas keamanan menemukan situasi yang mengancam keamanan bandara.

Demikian skenario simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Dirgantara Raharja ke-70 yang dilaksanakan di Bandara Ngurah Rai, kemarin. Pelatihan ini melibatkan 517 personel yang terdiri atas Angkasa Pura I, Kantor Kesehatan Pelabuhan, SAR, Imigrasi, Bea dan Cukai, Pangkalan Angkatan Udara, Kantor Kepolisian Kawasan Udara dan beberapa rumah sakit di sekitar bandara. Selain melibatkan komunitas bandara, pada latihan ini manajemen juga didukung oleh ITSAP (Indonesia Transport Safety Assistance Package), yaitu tim bentukan kerja sama Kementerian Perhubungan RI dan Australia yang antara lain bertujuan meningkatkan keselamatan transportasi sesuai dengan standar internasional dan praktik manajemen keselamatan.

GM Bandara Ngurah Rai, Purwanto, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memantapkan dan meningkatkan sistem keamanan dan keselamatan serta sistem komando dalam Penanggulangan Keadaan Darurat Kecelakaan Penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Bali. ''Latihan ini merupakan sarana bagi seluruh petugas bandara untuk menguji coba sekaligus mengevaluasi fungsi-fungsi koordinasi, komunikasi dan komando antarunit sesuai dengan Airport Emergency Plan (AEP) dan Airport Security Program (ASP),'' ungkapnya.

Dikatakannya, pada prinsipnya pelatihan PKD menekankan pada tiga hal, yaitu melatih kecakapan personel, menguji peralatan dan mengevaluasi prosedur (SOP) dalam menanggulangi kecelakaan penerbangan. Pada pelatihan PKD ini, mensimulasikan suatu kondisi kecelakaan pesawat dan bersama seluruh unsur di Bandara Ngurah Rai bersinergi menangani kondisi tersebut. ''Dengan adanya pelatihan PKD ini, seluruh personel di Bandara Ngurah Rai selalu siap serta terlatih dalam mengatasi keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi dan memastikan operasional penerbangan dapat berjalan lancar,'' tandasnya. (kmb27)


[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak