Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kota
11 Desember 2012 | BP
Berakhir,
TAWA bahagia menghiasi rangkaian Karya Batara Turun Kabeh lan Padudusan Agung berujung pada penanaman Bagia Pulakerti di natar Pelinggih Pura Puri Agung Dalem Tarukan, Pejeng pada (5/12) lalu. Karya yang dianggarkan Rp 700-jutaan terlaksana dengan baik, lancar dan sukses oleh Pangempon Pura Puri Agung Dalem Tarukan di seluruh Gianyar, serta didukung penuh pangempon Ida Batara Putra di seluruh Bali. Yadnya Karya Panerusan Kaping Untat adalah bagian terakhir rangkaian prosesi yadnya Karya Mamungkah Mapedanan tahun 2007.

Menurut Yajamana Karya Ida Bhagawanta Pura Puri Agung Dalem Tarukan Ida Pedanda Wayahan Bun dari Griya Sanur, Pejeng Tampaksiring, Yadnya Panerusan sepatutnya diteruskan rangkaiannya hingga 3 kali. Namun, akibat belum lengkapnya terbangun bale kulkul dan tembok panyengker pura serta Raja Purana Pura terpaksa ditunda hingga terlaksana Karya Panerusan kaping untat kali ini. Dengan terlaksanakannya karya dengan kelengkapannya, maka lengkaplah perwujudan bangkitnya Puri Agung Dalem Tarukan menjadi Pura Puri Agung Dalem Tarukan setelah menunggu waktu 635 tahun dari tahun 1377M-2012M.

Hal ini berkat kerja keras Pangempon Pura yang dikomandoi oleh Bendesa Pura Guru Bangbang Nyoman Oka bersama Klian Pengayah Agung Guru I Wayan Suweta serta Prajuru Pangempon di setiap Kecamatan Gianyar

Prosesi karya diawali mapiuning dan majaya-jaya pada (6/11). Dilanjutkan nanceb sanggar tawang, melaspas tetangian, nunas tirta dan lain-lain. Pada (23/11) Mapepada dengan wewalungan kebo yus merana, godel, kambing, angsa, penyu dll. Pada (25/11) mecaru Balik Sumpah selanjutnya (27/11) melasti ke Segara Masceti, Blahbatuh Gianyar. Prosesi perjalanan Ida Batara menuju Segara Masceti beserta iringannya sepanjang 3 km. Hal ini tak pelak menimbulkan decak kagum masyarakat di sepanjang jalur lintasannya.

Setelah prosesi palalastian, Ida Batara disthanakan di Pelinggih Pengaruman Pura Puri Agung Dalem Tarukan. Sementara Ida Batara Barong, Rangda dan Sapuhjagat dilinggihkan di Bale Pemiyasan untuk dihaturkan Padudusan Agung pada (28/11).

Selama Ida Batara Putra malinggih di Pura Puri Agung Dalem Tarukan dari (27/11) s.d. (3/12), tampak jelas membeludaknya kehadiran pratisentana Ida Batara dari Bali, Lombok, Sulawesi, Jawa, Sumatra, Kalimantan dan lain-lain. Pada (3/12) Ida Batara Putra kembali mawali ke Payogannya masing-masing. Pada (4/12) berlangsung Resi Bojana menghadirkan kembali Ida Pedanda-Ida Pedanda yang terlibat dalam Karya Agung sebagai ungkapan terima kasih dan syukur atas telah terselenggarakannya karya dengan baik, lancar dan sukses. Rangkaian akhir dari proses aedan Karya Agung Batara Turun Kabeh lan Padudusan Agung Pura Puri Agung Dalem Tarukan, pada (5/12) lalu dilaksanakan maajar-ajar ke Pura Tirta Empul, Tampaksiring. Acara ini tetap dipenuhi oleh pangempon dan Penyungsung Pura Puri Agung Dalem Tarukan dari seluruh Bali. Saat itu Ida Bhagawanta Pura Puri Agung Dalem Tarukan memberikan wejangan tentang pemaknaan karya serta kewajiban pratisentana Dalem Tarukan ke depan. Mereka tak boleh goyah tetap subhakti ke hadapan Ida Batara Kawitan di Pura Puri Agung Dalem Tarukan, Pejeng. Prajuru dan sameton warih Dalem Tarukan diingatkan senantiasa melanjutkan langkah-langkah yang diperlukan agar kekurangan fasilitas Pura dan kebutuhan yadnya secara massal dapat mulai direncanakan setelah karya ini sembari menunggu waktu tegak patirtaan, Buda Umanis Prangbakat pada Purnama tahun 2018. (r)

[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak