Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kota
30 Nopember 2012 | BP
Wagub Puspayoga: Jangan Sampai Wisman Nonton Bali di Hotel
WAKIL Gubernur Bali A.A. Ngurah Puspayoga, Kamis (29/11) kemarin membuka Seminar Outlook 2013 ''Mengoptimalkan Kearifan Lokal untuk Bersaing dalam Ekonomi Global''. Seminar kerja sama BNI dan Bali Post ini berlangsung di Inna Grand Bali Beach.

Dalam sambutannya, Wagub Puspayoga menyatakan dalam mengoptimalkan kearifan lokal, minimal ada tiga hal yang harus dilakukan. Pertama, mendokumentasikan kearifan lokal Bali, baik yang berbentuk fisik maupun tata nilai. Setelah didokumentasikan, kearifan lokal itu harus dilestarikan. Apabila sudah berhasil melestarikannya, baru bisa berbicara untuk mengembangkan dan mengoptimalkan kearifan lokal itu untuk bersaing dalam ekonomi global. ''Kalau tidak ada manajemen seperti itu, saya yakin kearifan lokal kita tidak akan bisa bersaing dalam kancah ekonomi global,'' tegasnya.

Puspayoga menambahkan, masyarakat Bali sejatinya memiliki banyak sekali nilai kearifan lokal yang menuntun manusia Bali ini untuk peduli dengan kelestarian lingkungan yang diterjemahkan dalam berbagai upacara seperti Tumpek Bubuh, Tumpek Kandang. Kearifan lokal dari segi fisik juga banyak sekali di antaranya beragam jenis kesenian dan buah-buahan lokal yang perlu diinventarisasi. ''Khusus untuk buah-buahan lokal ini, inventarisasi merupakan hal yang sangat penting. Mana yang punya nilai ekonomi dan mana yang tidak memiliki nilai ekonomi. Ini salah satu contoh kearifan lokal yang harus diinventarisasi, baik yang menyangkut nilai maupun fisik, sebelum berbicara untuk bersaing dalam ekonomi global,'' tegasnya.

Puspayoga juga meminta segenap masyarakat Bali untuk menjaga dan melestarikan seni budaya yang sampai saat ini masih jadi magnet utama untuk menarik wisatawan berkunjung ke Bali. Di Desa Tenganan, Karangasem, misalnya, setiap tahun ada tradisi Mageret Pandan yang mampu mendatangkan turis begitu besar. Sementara di Desa Seraya ada tradisi Gebug Seraya yang tak kalah menariknya, tetapi belum terpromosikan dengan baik sehingga belum begitu banyak turis yang datang.

Pada kesempatan itu, Puspayoga berharap kalangan pengusaha perhotelan agar jangan dalam setiap kesempatan menyajikan atraksi kesenian di hotelnya kepada para tamu di mana kesenian itu sebenarnya tumbuh dan berkembang di desa-desa. Ditegaskan, biarkan kesenian itu ada di desa-desa yang kemudian jadi kearifan lokal yang punya daya tarik untuk membuat para turis berkunjung ke desa yang menjadi sentra pengembangan kesenian tersebut. Jangan sampai wisatawan menonton Bali di hotel saja. Kalau kesenian seperti tari lepas itu hanya untuk mempercantik atau memperindah suasana dinner, bolehlah. Tetapi jangan sampai seni-seni yang ada di desa yang merupakan kearifan lokal dipertunjukkan semuanya di hotel-hotel. Biarkan para wisatawan itu menyaksikan kesenian itu di mana kesenian itu tumbuh dan berkembang. ''Hal ini tentu akan membawa dampak ekonomi pada masyarakat dan pelestarian seni itu sendiri,'' tegasnya.



Ekonomi Global

Sementara itu, CEO BNI Wilayah Denpasar Suwaluyo dalam sambutannya mengatakan, pertumbuhan ekonomi di tahun 2013 diharapkan lebih tinggi dari pertumbuhan di tahun 2012. Hal ini dapat dilihat dari ekspektasi pasar maupun investor yang sangat positif terhadap Indonesia. Peningkatan ekspektasi sektor konsumsi masyarakat dan investasi nasional maupun regional dalam beberapa tahun terakhir memang telah mampu menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Untuk mengantisipasi pertumbuhan ekonomi yang cukup agresif di tahun 2013, katanya, bank serta lembaga pembiayaan harus dapat mengantisipasi hal tersebut. Dikatakan, kemampuan untuk menyalurkan pinjaman perlu didukung oleh permodalan bank yang cukup sehat dan memadai. Dalam konteks ini, BNI juga mendukung penuh program pemerintah yang memberikan perhatian sangat besar kepada sektor infrastruktur.

Suwaluyo berharap penyelenggaraan seminar ini mampu memberikan gambaran kepada birokrat dan para pelaku bisnis di Bali, khususnya para nasabah BNI, seperti apa kondisi perekonomian Bali serta prospeknya di 2013. Dengan begitu, para birokrat dan pelaku usaha di Bali dapat merancang perencanaan yang matang. (ian)





[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak