Denpasar (Bali Post) -
Kasus kebakaran di Denpasar cukup tinggi. Bahkan, untuk periode Januari sampai pertengahan Mei 2012 ini, jumlah kebakaran di Denpasar telah mencapai 31 kasus. Artinya, dalam sebulan rata-rata kasus kebakaran mencapai enam kali. Dilihat dari penyebabnya, lebih besar akibat arus pendek listrik. Penyebab lainnya, yakni tabung gas bocor, rokok, bakar sampah, dan petasan. Demikian disampaikan Kabid Rekonstruksi dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar Made Prapta didampingi Kasubag Pemberitaan Humas Pemkot Denpasar Dewa Gede Rai, Kamis (17/5) kemarin.
Dari jumlah kasus yang ada, kata dia, kebanyakan kebakaran menimpa rumah dengan nilai kerugian cukup besar. Selain rumah, juga menimpa mobil, ruko, bengkel, serta gudang. Bahkan, ada pula yang menimpa sebuah pura. Sedangkan pada April lalu, juga menimpa sebuah kapal ikan. Kejadian terakhir Mei ini, menimpa sebuah vila. ''Jumlah kerugian akibat kebakaran ini mencapai Rp 2,2 miliar lebih,'' kata Prapta.
Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Profesionalis Elektrikal-Mekanikal Indonesia, Heru Subagyo mengatakan, kebakaran yang dituding disebabkan akibat listrik sejatinya tidak beralasan. Listrik itu tidak mungkin menyebabkan kebakaran, dengan catatan kondisi kelistrikan standar. Yang menjadi persoalan, sering kali penggunaan listrik itu tidak benar. Instalasi listrik yang dipasang oleh tenaga profesional anggota APEI, tidak akan terjadi masalah. Namun kemudian dalam perjalanannya sering kali pengguna menambahkan instalasi yang tidak standar. Beban sebuah kabel yang digunakan juga sering diabaikan oleh pengguna sehingga inilah yang menjadi penyebab kebakaran. ''Di pasaran, banyak kabel yang tidak standar,'' katanya.
Untuk menghindari kejadian serupa, diharapkan semua komponen ikut terlibat melakukan upaya-upaya seperti ini. Pihaknya melihat ada beberapa komponen yang bisa berperan aktif melakukan minimalisasi kasus kebakaran akibat arus pendek, yakni perencana, pabrikan, anggota APEI, pengawas, pemeriksaan dan pengujian, serta konsumen (pengoperasian). (kmb12)
|