Tanpa ''Feeder'', Picu Rebutan Penumpang Bus dengan Angkot
Denpasar (Bali Post) -
Pemkot Denpasar mengaku belum siap dan belum bisa optimal mengoperasikan bus Trans Sarbagita koridor satu Juni mendatang karena segala persiapan belum rampung termasuk penyediaan trayek pengumpan atau feeder. Pengamat transportasi dari Unud, Putu Alit Suthanaya, Sabtu (5/5) kemarin, menilai jika bus tersebut beroperasi tanpa penyiapan jaringan feeder hal itu akan menyebabkan konflik antara angkot dengan bus Trans Sarbagita akibat rebutan penumpang.
Sekretaris Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bali ini menilai ketidaksiapan Pemkot Denpasar mengoperasikan bus Trans Sarbagita Juni mendatang karena kelemahan koordinasi antara Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar. Selain itu, ada keterlambatan mempersiapkan segala hal menyangkut pengoperasian bus ini, utamanya penyediaan feeder.
Kalau bus ini dijadwalkan tahun 2012 dioperasikan semestiya dari tahun 2011 sudah dikaji bagiamana penyusunan trayek pengumpan dan juga anggarannya. Sementara saat ini pemkot baru melakukan kajian sehingga jikan bus ini dioperasikan Juni mendatang Kota Denpasar belum siap dengan feeder tersebut. Dengan belum disiapkan feeder akan terjadai overlaping dengan trayek angkot eksisting.
Ketika bus Trans Sarbagita koridor satu diimplementasikan pasti akan ada resistensi yang begitu kuat pada trayek Kreneng - Sanglah dan Trayek Suci - Benoa. Overlaping ini diperkirakan mencapai di atas 50 persen. Hal itu akan berujung pada bentrok atau konflik antara bus Trans Sarbagita dengan angkot karena rebutan penumpang. ''Ketika trayek Trans Sarbagita koridor satu akan diimplementasikan tetapi jaringan feeder ini belum siap maka akan terjadi konflik antara Bus Trans Sarbagita dengan angkot-angkot yang eksisting yang melayani koridor yang sama,'' ujarnya.
Untuk mengantisipasi permasalahan itu penyediaan trayek feeder harus segera direalisasakan dan harus ada restrukturisasi trayek feeder. Permasalahan tersebut semestinya menjadi perlajaran bagi implementasi koridor-koridor berikutnya terutama koridor tiga supaya tidak ada kesan saling menyalahkan. Jaringan trayek feeder ini harus dirancang sedini mungkin. Selain itu, rute yang akan diimplementasikan tahun berikutnya harus fix dari tahun ini sehingga tidak ada perubahan rute karena akan menyulitkan pemkot menyediakan trayek feeder.
Sebelumnya diberitakan, Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Denpasar, Hari Edi, mengatakan Pemkot Denpasar belum siap jika bus Trans Sarbagita ini dioperasikan awal Juni karena segala persiapan untuk itu belum rampung termasuk penyediaan feeder atau trayek pengumpan yang hingga kini masih dalam kajian. Diperkirakan, bus koridor satu ini baru bisa efektif beroperasi September atau Oktober mendatang. (kmb29)