Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kota
23 April 2012 | BP
Langgar Jam Operasional
Tempat Dugem di Seminyak Dikeluhkan
Mangupura (Bali Post) -Meskipun Surat Edaran (SE) Bupati Badung yang salah satunya mengatur jam operasional tempat hiburan telah diterbitkan, namun sampai sekarang masih dijumpai sejumlah tempat hiburan yang buka hingga lewat waktu yang ditentukan. Pelanggaran ini kontan menuai keluhan, mulai dari kalangan pelaku pariwisata hingga wisatawan.

Dalam sebuah forum resmi yang digelar Pemkab Badung di Kuta, akhir pekan lalu, Ketua Kuta Executive Club (KEC) Gusti Kade Sutawa mengungkapkan, di kawasan pariwisata Seminyak masih ada tempat hiburan yang buka melewati batas waktu yang ditentukan. Tanpa menyebut secara spesifik tempat hiburan dimaksud, dia mengatakan tempat hiburan di Seminyak ada yang buka sampai pukul 03.30 wita.

Kebisingan dari tempat hiburan atau tempat dugem yang melewati batas yang ditentukan, kata dia, jelas mengganggu kenyamanan masyarakat khususnya wisatawan yang menginap di sekitarnya. Apalagi, di Seminyak banyak terdapat vila dan hotel yang para tamunya sangat menginginkan suasana yang nyaman saat beristirahat setelah seharian beraktivitas.

Menurutnya, sudah banyak wisatawan komplain terhadap hal ini. Pihaknya berharap, Pemkab Badung bisa menindak tegas tempat dugem yang melanggar ketentuan sehingga citra pariwisata Badung bisa tetap terjaga.

Menanggapi laporan ini, Bupati Badung A.A. Gde Agung menegaskan, pihaknya sebenarnya telah menerbitkan SE Bupati Badung yang mengatur operasional tempat hiburan. Dalam SE yang merupakan penyempurnaan dari aturan sebelumnya itu, diatur mengenai batas waktu operasional tempat hiburan yakni maksimal sampai pukul 03.00 wita.

Gde Agung sepakat, tempat hiburan yang melanggar batas operasional yang ditentukan akan sangat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat dan wisatawan. Oleh karena itu, instansi terkait tidak akan tinggal diam dalam menangani masalah tersebut.

Kabag Humas dan Protokol A.A. Raka Yuda, Minggu (22/4) kemarin menegaskan, pemerintah khususnya melalui Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Badung akan melakukan pengawasan lebih intensif lagi khususnya terhadap operasional tempat hiburan. Lebih-lebih setelah adanya laporan dari masyarakat. Dia juga meminta agar pemilik tempat hiburan mau menaati aturan yang telah dibuat pemerintah yang tujuannya agar semua lapisan masyarakat bisa merasakan dampak positif perkembangan sektor pariwisata. Masyarakat juga mesti turut mengawasi pelaksanaan aturan yang telah dibuat. (kmb25)



[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak