Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kota
21 April 2012 | BP
Embat Motor Teman Buruh Dibekuk di Singaraja
Denpasar (Bali Post) -

Pasukan Reskrim Polsek Mengwi di bawah kendali Kanit Iptu Keris Aji Wibisono, S.H. menangkap pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Kamis (19/4) lalu. Tersangkanya, I Gede Raka Dharmada alias Gede Irak (30), warga Banjar Dinas Pebantenan Desa Ambengan Kecamatan Sukasada, Buleleng. Pria yang bekerja sebagai buruh ini dibekuk di Taman Kota Singaraja lantaran mencuri motor milik temannya, Adi Winarto (25), warga Banjar Gaduh, Abianbase, Mengwi, Badung.

Kapolsek Mengwi AKP I Nyoman Suandi, Jumat (20/4) kemarin menjelaskan, tersangka merupakan teman korban. Ia nekat mencuri motor korban jenis Jupiter MX DK 3405 OA ketika diparkir di rumahnya. Bahkan, tersangka sebelumnya mencuri tas yang berisi dompet, kunci kontak motor dan uang Rp 60 ribu. ''Aksi pencurian itu dilakukan tersangka dini hari. Begitu barang ada di tangan, tersangka langsung kabur ke Singaraja. Korban baru mengetahui motornya hilang pukul 06.30 wita,'' kata Kapolsek Suandi.

Mengetahui motornya hilang, korban langsung melapor ke Polsek Mengwi. Bahkan, korban mengaku mencurigai tersangka. ''Korban sempat menelepon tersangka dan tersangka mengakui kalau ia yang mengambil motornya. Tetapi, tersangka mengaku berada di Jember,'' jelasnya.

Pengakuan tersangka tidak dipercaya polisi. Mereka melakukan penyelidikan dengan melacak keberadaan tersangka sebenarnya. Hasilnya, tersangka diketahui berada di Singaraja. ''Sejumlah anggota termasuk Kanit Reskrim Iptu Keris Aji berangkat ke Singaraja,'' jelasnya.

Tak ada satu hari, tersangka berhasil dibekuk di Taman Kota Singaraja pukul 17.00 wita. Ia langsung digelandang ke Polsek Mengwi untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku mencuri dua motor selama ini. Pertama, tersangka mencuri motor Honda Supra dan kedua motor Jupiter MX. ''Kedua motor itu diakui tersangka digadaikan kepada seseorang. Masing-masing motor digadaikan dengan harga Rp 2,5 juta. Kami masih kembangkan kasusnya, termasuk apakah ada TKP lainnya,'' imbuhnya. (kmb21)


[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak