Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kota
11 Desember 2011 | BP
Sosialisasikan Misi
LPSK Gandeng Pemkab Gelar Wayang Joblar
DALAM upaya mensosialisasikan misi, tugas pokok dan fungsi serta kewenangan lembaga, LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) bekerja sama dengan Pemkab Karangasem menyelenggarakan gelar pertunjukan tradisional Wayang Joblar di Lapangan Chandra Bhuana Amlapura, Kamis (8/12) lalu.

Menurut Koordinator Panitia Sosialisasi Anggota LPSK Prof. Dr. Teguh Soedarsono, S.Ik., S.H., M.Si., upaya sosialisasi yang dilakukan bertujuan untuk memperkenalkan lembaga baru LPSK di kalangan masyarakat. Sedangkan pemilihan media pertunjukan tradisional wayang kulit mencerminkan kebinekaan yang nyaris hilang belakangan, padahal itu menjadi watak solidaritas dan soliditas bangsa, dalam menciptakan situasi aman dan damai, di mana rasa itu juga nyaris hilang bagi saksi dan korban suatu tindak kejahatan.

Strategi penggunaan media wayang kulit dalam konteks budaya nusantara adalah aset kekayaan budaya nusantara yang sarat akan nilai-nilai religiusitas dan kemanusiaan sehingga sangat tepat menjadi media untuk menyampaikan pesan-pesan visi dan misi LPSK sebagai lembaga baru yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 13 tahun 2006 tentang LPSK dan PP. No. 44 tahun 2008. Adapun manfaat dari kegiatan sosialisasi adalah sebagai bentuk pelestarian budaya, meningkatnya pemahaman seluruh lapisan masyarakat di wilayah Bali mengenai urgensi perlindungan saksi dan korban di Indonesia, meningkatnya nilai dan paradigma masyarakat mengenai peran perlindungan saksi dan korban sebagai bagian dari perlindungan HAM serta meningkatnya efektivitas peran LPSK dalam pemberian perlindungan saksi dan korban di Indonesia.

Wakil Ketua LPSK, Lies Sulistiani, S.H., M.H.. mengatakan, keberadaan LPSK dalam sistem peradilan pidana merupakan suatu kemajuan yang luar biasa dalam penegakkan hukum pidana dan keadilan bagi korban. sebagai lembaga yang baru lahir, keberadaan LPSK mungkin masih kurang dikenal oleh masyarakat luas. Menyadari hal tersebut, maka diperlukan suatu kegiatan yang penting untuk dilakukan bagi LPSK agar dapat mensosialisasikan keberadaannya kepada publik secara luas.

Sosialisasi kepada publik secara luas diperlukan untuk memberikan informasi umum mengenai aktivitas perlindungan saksi dan korban sebagaimana yang diperintahkan dalam Undang-Undang nomor 13 tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Salah satu metode yang efektif untuk mensosialisasikan pentingnya aktivitas perlindungan saksi dan korban adalah melalui media wayang. Metode ini dinilai efektif karena dalam program tahun 2011 ini LPSK akan melaksanakan pergelaran aayang yang berspektif Perlindungan Saksi dan Korban dengan melibatkan para dalang. Program ini dilaksanakan di tiga wilayah Kabupaten Oku Timur Sumatera Selatan (Mei 2011), Balikpapan Kalimantan Timur (September 2011), dan di Bali yang dilaksanakan pada 8 Desember 2011 bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Karangasem dan PEPADI Kota Denpasar.

Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, S.H. mengatakan, sebagai lembaga baru dalam kerangka memberikan pencerahan kepada masyarakat perihal penegakan supremasi hukum secara adil dan merata, maka diperlukan pemahaman yang baik oleh masyarakat. Untuk itu, Pemkab Karangasem menyambut positif upaya sosialisasi yang dilakukan dengan menggunakan media pertunjukan tradisional wayang kulit. (r)


[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak