Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kota
28 Nopember 2011 | BP
''Workshop'' Musyawarah Guru SMK Se-Badung
''Workshop'' Musyawarah Guru SMK Se-Badung
KEPALA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Badung Drs. I Ketut Widia Astika membuka Workshop Musyawarah Guru SMK dan Kegiatan Revitalisasi MKKS SMK Badung, Sabtu (26/11) lalu, dipusatkan di SMK Wira Harapan Kabupaten Badung.

Ketua Panitia Drs. Wayan Budiasa, M.Si. dalam sambutannya yang dibacakan Nengah Sudarma, S.Sos. menyatakan Workshop MGMP SMK se-Badung tahun 2011 diikuti 214 orang guru produktif, guru bahasa Indonesia, guru matematika dan guru bahasa Inggris. Sedangkan kegiatan revitalisasi MKKS SMK se- Badung diikuti semua kepala SMK negeri dan swasta di Badung. Pada kegiatan tersebut, Widia Astika menyerahkan penghargaan bagi siswa-siswa SMK yang berhasil memeroleh juara dalam Lomba Keterampilan Siswa (LKS) SMK Kabupaten Badung tahun 2011.

Dikatakan, Workshop MGMP SMK Kabupaten Badung tahun 2011, bertujuan menyusun Perangkat Pembelajaran Guru, Silabus dan RPP Berakter.

Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Badung Ketut Widia Astika dalam sambutannya mengharapkan para guru dan kepala sekolah SMK se-Badung selalu meningkatkan kompetensinya. Kompetensi guru merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Kompetensi guru tersebut bersifat menyeluruh dan satu-kesatuan yang saling berhubungan dan saling mendukung. Sedangkan kompetensi pedagogik adalah kemampuan pemahaman tentang peserta didik secara mendalam dan penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik. Pemahaman tentang peserta didik meliputi pemahaman tentang psikologi perkembangan anak. Sedangkan pembelajaran yang mendidik meliputi kemampuan merancang pembelajaran, mengimplementasikan pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Menurut PP tentang Guru, kompetensi pedagogik guru merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik yang sekurang-kurangnya meliputi pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, pemahaman terhadap peserta didik. Selain itu mampu mengembangkan kurikulum sesuai lingkungan sekolah serta merancang pembelajaran. Artinya semua aktivitas pembelajaran dari awal sampai akhir telah dapat direncanakan secara strategis, termasuk antisipasi masalah yang akan timbul. Guru juga dituntut pembelajaran yang mendidik dan dialogis serta pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Dalam menyelenggarakan pembelajaran, guru menggunakan teknologi sebagai media. Menyediakan bahan belajar dan mengadministrasikan dengan menggunakan teknologi informasi. Membiasakan anak berinteraksi dengan menggunakan teknologi.

Ditambahkan, guru juga mesti mampu mengevaluasi hasil belajar serta mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya. Pada prinsipnya, semua aspek kompetensi paedagogik di atas dapat ditingkatkan melalui pengembangan kajian masalah dan alternatif solusi.

Kadisdik Badung mengharapkan agar kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya hendaknya terus ditingkatkan, sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap guru yang makin meningkat. Beban mengajar guru adalah minimal 24 jam tatap muka, dan maksimal 40 jam per minggu. (r)





[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak