Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kota
09 Juni 2011 | BP
Dua Ribu Siswa Yayasan Kristen Harapan
Gelar ''Clean and Green'' di Sesetan
Denpasar (Bali Post) -

Yayasan Kristen Harapan Denpasar, Rabu (8/6) kemarin mengerahkan dua ribuan siswa SMP, SMA dan SMK untuk melakukan clean and green di kawasan Sesetan, Denpasar Selatan (Densel). Program clean and green kemarin ditandai dengan penanaman pohon penghijauan bersama Camat Densel I Made Mertajaya, S.Sos., M.M., Lurah Sesetan Nyoman Agus Mahardika dan Ketua Yayasan Kristen Harapan Denpasar Pendeta Ketut Sudiana, M.Th., Sekretaris Yayasan I Gede Mustiadi, MBA. dan Bendahara I Wayan Susrama, S.E., MBA. Acara kemarin juga diikuti kadus dan klian banjar se-Lurah Sesetan.

Pendeta Ketut Sudiana mengatakan, 2.000 siswanya disebar di 14 banjar adat di Sesetan. Mereka melakukan aksi bersih-bersih dan melakukan penanaman pohon sebanyak 2.000 pohon. Kegiatan ini dilakukan keluarga besar Yayasan Kristen Harapan untuk memberi pemahaman akan pentingnya lingkungan yang clean and green sekaligus mendukung Denpasar kota yang bersih dan hijau. Setelah suskes dalam proses penyadaran itu, siswa diajak melakukan aksi clean and green di masyarakat. Terakhir, kegiatan ini diharapkan berimbas kepada masyarakat dan siswanya menjadi kader terbaik dalam clean and green. Makanya ia mewajibkan tiap siswa menanam satu pohon sekaligus bertanggung jawab memelihara hingga tumbuh besar. ''Jadi, bukan hanya menanam, melainkan memelihara dan mencintai lingkungan,'' ujarnya.

Camat Densel Made Mertajaya mengacungkan jempol atas kegiatan yang dilakukan anak-anak Yayasan Kristen Harapan Denpasar bersinergi dengan masyarakat. Ini pas dengan visi dan misi Denpasara sebagai kota yang clean and green dan berwawasan budaya.

Ia mengakui masalah utama di Densel adalah masalah kependudukan yang berimbas pada sampah dan kebersihan. Untuk itu, ia berharap sekolah lain bisa mencontoh Yayasan Kristen Harapan untuk peduli dengan lingkungan yang bersih dan hijau. Apalagi masih dalam suasana Hari Lingkungan Hidup.

Khusus di Densel, ia akan membuat model pembinaan yang dilakukan sekolah terhadap masyarakat dengan sistem banjar. Cara ini lebih efektif guna memberi pemahaman kepada masyarakat khususnya lewat aksi nyata. ''Kami juga memprioritaskan penanganan sampah plastik,'' ujarnya.

Lurah Sesetan Nyoman Agus Mahardika juga mengaku menghadapi masalah dalam kependudukan dan kebersihan di wilayahnya. Kini tiap banjar sudah menerapkan sanksi bagi warga yang kedapatan membuang sampah ke sungai. Ini ikut memberi kontribusi terjaganya lingkungan yang clean dan green di wilayahnya. (025)





[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak