Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kota
30 Desember 2010 | BP
Angkot di Denpasar Mati Suri
Denpasar (Bali Post) -
Ancaman kemacetan yang terjadi di Denpasar dipastikan semakin sulit untuk dihindari. Masalahnya, angkutan umum seperti angkutan perkotaan (angkot) yang beroperasi di Denpasar sudah mati suri. Buktinya, dari 1.047 unit angkot yang ada, hanya sekitar 300 unit atau 30 persen yang masih beroperasi. Bukan hanya itu, dari angkot yang beroperasi itu, sebagian besar kondisinya sudah tua, sehingga mengurangi minat masyarakat menggunakan angkot.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Lomba Wahana Tata Nugraha Kementerian Perhubungan RI, Ir. Hotman Simanjuntak, M.T. pada penyampaian catatan peninjauan lapangan lomba tertib lalu lintas dan angkutan kota tahun 2010 di Ruang Praja Mandya, Kantor Wali Kota, Selasa (28/12) lalu.

Penyampaian catatan peninjauan lapangan tersebut dihadiri Asisten Administrasi Pemerintahan Ketut Mister dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar I Gde Astika.

Selain masalah krusial tersebut, tim penilai juga melihat pencantuman kode trayek di depan angkot belum sesuai aturan yang ada. Artinya, banyak angkot di Denpasar yang tidak berisi kode trayek. Belum lagi, angkot di Denpasar tidak menggunakan emblem (angkutan kota) di bodi kendaraan. Sopir angkot juga tidak ada yang menggunakan seragam dan tanda pengenal,'' kritik tim penilai.

Untuk kekurangan tersebut Hotman Simanjuntak mengharapkan agar kendaraan-kendaraan tetap melakukan uji berkala sehingga angkot beroperasi dalam kondisi layak jalan. Sedangkan kode dan jurusan di bagian depan dan belakang kaca agar dilengkapi sehingga mempermudah penumpang memilih angkot. Kekurangan tersebut merupakan penilaian pada faktor sarana. Sedangkan untuk prasarana seperti kondisi permukaan jalan dan kesesuaian pemanfaatan dalam keadaan baik.

Tim penilai juga melihat prasarana trotoar di Denpasar. Tim ini menilai untuk keberadaan trotoar di Kota Denpasar pada umumnya dalam kondisi masih baik. Namun, ia mengharapkan untuk tetap ditingkatkan pemeliharaannya demi keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki.

Terkait keberadaan halte kendaraan di Kota Denpasar ini dinilai masih minim, terutama pada ruas jalan yang dilalui angkutan umum. Jumlah zebra cross ada beberapa yang masih belum dilengkapi dengan petunjuk penyeberangan ini. ''Sejumlah kekurangan ini harus segera mendapat perhatian,'' harap Simanjuntak.

Terkait dengan adanya beberapa kukurangan terhadap rambu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar Gde Astika mengaku semua kekurangan dalam rambu lalu lintas akan segera ditintaklanjuti sehingga sesuai dengan persyaratan tertib lalu lintas. Bahkan, sejak beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan penataan dan melengkapi rambu-rambu yang ada di beberapa jalan di Denpasar. Bukan hanya itu, pihaknya juga telah membuat ruang tunggu khusus bagi kendaraan roda dua di beberapa traffic light. ''Semua yang kita lakukan ini demi kelancaran arus lalu lintas di Denpasar, katanya.

Terkait minimnya angkutan kota yang beroperasi, pihaknya mengakui kondisi dimaksud. Hal ini tidak terlepas dari minimnya pengguna angkot di Denpasar. Karena diperkirakan pengguna angkot terus mengalami penurunan dan kini hanya diperkirakan sebanyak tiga persen dari total penduduk Denpasar. (kmb12)



[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak