Denpasar (Bali Post) -
Gubernur Bali Made Mangku Pastika ngeper soal rencana membeli Garuda Wisnu Kencana. Gubernur juga membantah akan membangun mal di bekas puspem Badung. Pernyataan itu disampaikan Gubernur Bali menjawab wartawan usai sidang paripurna DPRD Bali di Renon, Kamis (12/11) pagi.
Menurut Gubernur, pembelian itu masih tahap pengkajian. Dan itu perlu persetujuan rakyat Bali. ''Bukan langsung mau dibeli. Jadi jangan keliru,'' tandasnya.
Ia mengatakan, saat ini sudah dibentuk tim yang terdiri atas rakyat Bali. Kata dia, nantinya tim ini akan mengkaji apakah jika dibeli menguntungkan dan dapat disetujui rakyat Bali. ''Jadi pemberitaannya salah. Makanya tulis yang benar, dengarkan pernyataan saya dengan baik. Jangan apriori lebih dulu,'' papar Mangku Pastika.
Gubernur juga membantah akan membangun mal di bekas puspem Badung. Ia memaparkan, Pemprop Bali mempunyai banyak lahan yang tidak difungsikan dengan baik. Pada 2010 dana APBD Rp 2 trilyun. ''Ini uang mau diapakan?,'' katanya.
Menurut Gubernur, tidak benar dirinya akan membuat mal. ''Kita mau bikin sesuatu yang berguna buat rakyat. Yang bikin rakyat sejahtera. Yang tidak mengganggu lingkungan. Yang menghadirkan banyak duit. Yang tidak menyengsarakan rakyat,'' paparnya.
Gubernur mengatakan, sudah menjadi sifat jelek rakyat Bali kalau punya uang dihabiskan, bukan untuk diinvestasi. Karena itu, rakyat Bali menjadi kuli di daerahnya sendiri. Sedangkan yang punya hotel, misalnya, orang dari luar.
''Kita punya dana sampai Rp 2 trilyun, apa mau dihambur-hamburkan, dihabiskan misalnya untuk jalan-jalan ke luar negeri. Apa tidak ingin kita mempunyai sesuatu,'' tandas Pastika.
Gubernur juga menyatakan rakyat Bali juga apriori terhadap investor. ''Karena itu kita sendiri, rakyat Bali dan pemerintah Bali yang harus investasi membangun Bali,'' tegasnya. (by DenPost) |