Untitled Document
  • Margarana
  • Hari Pahlawan
» Berita Kota
26 Agustus 2009 | BP
Di Bali, Peluang Kembangkan Pupuk Organik
Di Bali, Peluang Kembangkan Pupuk Organik
Denpasar (BisnisBali) –
Menyambut Bali Organik, maka secara otomatis system produksi pertanian juga organik. Pendukungnya adalah pupuk organik. Untuk itu, dapat dipastikan kalau memang pemerintah Bali dan Kabupaten/Kota menuju Bali Organik, maka diperlukan pupuk organik cukup banyak. Sekarang ini produksi pupuk organik di Bali sangat sedikit, banyak pupuk organik yang didatangkan dari luar Bali. makanya, peluang bagi pengusaha pupuk organik di Bali. seharusnya sudah mulai saat ini mengembangkan pupuk organik, sehingga pencanangan 2010 untuk Bali Organik-nya sudah langsung nyambung.

Hal ini dikatakan Pengamat pertanian sekaligus Dekan Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa, Ir. I Nyoman Kaca, Rabu (26/8) kemarin di Denpasar.
Kaca menjelaskan, di Bali pemerintah Denpasar yang baru memiliki komitmen tinggi tentang produk organik. Kabupaten Bangli juga sudah banyak yang mengembangkan organik, tetapi apa kesadaran petaninya sendiri apa ada dukungan dari pemerintahnya. Tabanan juga demikian, daerah Baturiti dan Bedugul juga banyak yang sudah mengembangkan sektor pertanian organik, tetapi kembali apa ada dukungan pemerintah setempat.

‘’Sebenarnya sudah banyak daerah yang berani mengembangkan produk organik, tetapi tidak luas. Yang sudah terkenal di daerah Baturiti dan Bedugul dan baru-baru ini juga berkembang ke Bangli. Nah khusus di Denpasar sebenarnya sudah dikembangkan beberapa tahun lalu, dan sampai sekarang pemerintahnya sangat mendukung. Asal petaninya siap mengolah sistem organik, maka pemerintah memberikan sarana pendukungnya. Deplot-deplot juga sama, disetiap kecamatan seluruh Denpasar sudah dikembangkan berbagai jenis tanaman organik sistem hidroponik dan TNT,’’ katanya sambil berseloroh sementara ini memang kelihatannya pemerintah Denpasar yang paling komit terhadap sektor pertanian. padahal diwilayahnya hanya sedikit memiliki lahan pertanian produktif. Berbeda dengan daerah lainnya di Bali, yang lahan pertaniannya masih sangat luas. Akibat alih fungsi lahan yang diperkirakan pertahunnya mencapai 50 hektar lebih di Denpasar, maka sampai saat ini paling kecil lahan pertanian produktifnya. Tetapi, pihak pemerintahnya berkeinginan untuk meningkatkan pendapatan petani Denpasar, maka dukungannya cukup tinggi.

Kaca menambahkan, seharusnya peluang ini ditangkap oleh pengusaha atau petani yang memiliki jiwa usaha, khusus yang paling cocok dikembangkan pabrik pupuk organik adalah di daerah Bangli dan beberapa daerah lainnya yang banyak dikebangkan ternak sapi. Pasalnya, untuk membuat pupuk organik, salah satu campurannya adalah pupuk kandang. Pupuk kandang yang terbaik adalah pupouk kandang ternak sapi.

Bangli yang terbanyak kembangkan ternak sapi, untuk itu cocok dikembangkan pupuk organik padat maupun cair. Nah untuk merangsang produksi pupuk organik, mulai sekarang pemerintah sudah mensosialisasikan prosfektifnya berusaha pupuk organik. Bila perlu sebagai rangsangan, untuk tahun anggaran 2010 sudah dilakukan pemesanan (order) sehingga pebisnis tergelitik untuk memulai usaha produksi pupuk organik,’’ tandasnya. *sta

[ Kembali ]

 
Balipost.com--Berita Bali Post Online Edisi Cetak