Harta
Karun 500
Tahun
Ditemukan
Afrika
Selatan -
Kapal
penuh
dengan muatan
berton-ton
perunggu,
gading
gajah, koin
emas
dan meriam
untuk
melawan bajak
laut.
Namun kapal
ini
tidak bisa
melawan
ganasnya cuaca
lepas
pesisir pantai
Afrika
dan tenggelam 500
tahun
silam.
Sekarang
kapal
membawa harta
ini
sudah ditemukan
oleh
para ahli
geologi De Beers yang
hendak
mencari berlian
di
lepas Namibia. "Jika
anda
melakukan pengeboran
di
pesisir, cepat
atau
lambat rongsokan
kapal
akan ditemukan,"
tandas
arkeolog Dieter Noli
dalam
wawancara, Kamis
(1/5) waktu
setempat.
Namdeb
Diamond Corp., sebuah
perusahaan
kerja
sama pemerintah
Namibia dan De Beers,
pertama kali
melaporkan
temuan
berharga Rabu
lalu
dan berencana
melakukan
konferensi
pers di
ibu
kota
Namibia, pekan
depan.
Perusahaan
sudah
membersihkan dan
menyedot
hingga
dasar laut
sekitar
temuan kapal
dan
membangun tembok
penghalang agar air
tidak
masuk tujuannya agar
ahli
geologi bisa
bekerja
lebih nyaman.
Noli
mengatakan salah
satu
tim menemukan
beberapa
batangan,
namun
tak tahu
terbuat
dari apa. Tim
juga
mengemukakan beberapa
benda
mirip meriam.
Ahli
geologi berhenti
melakukan
pekerjaan
keras
memindahkan pasir
mencari
berlian dan
mengirim
beberapa
foto
kepada Noli yang
sudah
melakukan penelitian
di
padang pasir Namibia
sejak
pertengahan 1980-an dan
menjadi
penasihat De Beers sejak
1996 mengenai
efek
arkeologi dalam
operasi
di Namibia.
''Temuan
ini
adalah hal yang
sudah
saya tunggu
selama 20
tahun.
Terus terang,
saya
sangat gembira,"
imbuh
Noli.
Jika
dilihat
dari banyaknya
kepingan
koin
Spanyol dan Portugal
serta
jenis meriam
dan
peralatan navigasi,
kapal
tersebut diperkirakan
tenggelam
akhir 1400
atau
awal 1500, waktu
di mana
Vasco de Gama
dan Columbus
mengarungi
samudera
untuk
menemukan New World.
"Berdasarkan
barang-barang yang
dibawa,
hampir pasti
kapal
tenggelam pada
waktu
tersebut," papar John
Broadwater, kepala
arkeologi
di U.S. National Oceanic and
Atmospheric Administration. "Temuan
sangat
berarti karena
beberapa
kapal
dari zaman yang
sama
juga tergolek
tak
jauh dari
kapal
pengangkut harta."
(ton/ap)