Gubernur
Minta
Pengamanan
Bandara
Ditingkatkan
Denpasar
(Bali Post) -
Sebagai
gerbang
utama masuknya
wisatawan
mancanegara
ke Bali,
pengamanan
Lapangan
Udara (Lanud)
Ngurah
Rai harus
mendapat
perhatian
serius
semua pihak.
TNI Angkatan
Udara yang
mengemban
misi
utama negara
untuk
mengamankan setiap
lapangan
udara
di
Indonesia harus
tampil
terdepan dalam
kegiatan
pengamanan
ini.
Penegasan
tersebut
disampaikan
Gubernur Bali
Dewa
Beratha saat
menerima
kunjungan
Komandan
Lapangan
Udara (Danlanud)
Ngurah
Rai yang baru
Letkol
Pnb. Umar
Fathurrahman
di
Kantor Gubernur Bali,
Denpasar,
Rabu (30/4).
''Pengalaman
pemimpin
terdahulu yang
sukses
melakukan pengamanan
sehingga
keadaan
berjalan kondusif
perlu
dipertahankan.
Jika
memungkinkan
pengamanan
itu
ditingkatkan lagi
sehingga
masyarakat
merasa
aman, nyaman
dan
damai selama
memanfaatkan
bandara,''
harap
Gubernur.
Menurut
Gubernur,
dibandingkan
tempat lain,
Lanud
Ngurah Rai Bali
memang
tidak begitu
besar.
Sama
seperti
Bali yang
tidak
begitu besar
dibandingkan
daerah
lainnya.
Namun,
dilihat
dari aktivitas
kegiatan
dan
tamu-tamu yang
memanfaatkannya, Lanud
Ngurah
Rai tergolong
sangat
padat dan
ramai
sehingga memerlukan
perhatian
dan
tanggung jawab yang
lebih
padat dan
besar pula.
Oleh
karena
itu, Gubernur
menyampaikan
pemikiran
bahwa
apabila memungkinkan,
kapasitas
dan
kegiatan pengamanan
di
Lanud Ngurah
Rai Bali
ditingkatkan.
''Bali
memang
kecil, namun
kegiatan-kegiatan
di sini
sangat
padat dan
tamu yang
datang
sangat banyak
dan
beragam sehingga
menuntut
tanggung
jawab
lebih besar.
Kalau
bisa, kapasitas
dan
aktivitas pengamanan
di sini
ditingkatkan
seperti
halnya status Polda
Bali,'' cetus
Gubernur.
Danlanud
yang baru
menyambut
baik
harapan Gubernur Bali
ini.
Katanya,
ia
siap
meneruskan kebijakan
pimpinan
terdahulu yang
telah
terbukti berhasil
menjaga
keamanan Lanud
hingga
kondusif karena
itu
sudah menjadi
kewajiban TNI-AU
dan
tugas negara.
Untuk
tugas
ini, TNI-AU Lanud
Ngurah
Rai telah
memiliki 157
personel yang
siap
mengamankan Lanud
setiap
hari.
Mengenai
peningkatan
kapasitas
Lanud,
Amir Fathurrahman
mengemukakan,
mungkin
saja dilakukan
apabila
ada usulan
dari
pemerintah daerah
sebagaimana
dilakukan
Pemda
Jawa Timur
dan
Maluku.
Apabila
usulan dipandang
layak,
kapasitas Lanud
akan
ditingkatkan
misalnya
dari
kelas B menjadi
kelas A,
dari
persinggahan sewaktu-waktu
bagi
pesawat tempur
milik TNI-AU
menjadi
tempat persinggahan
tetap.
Amir
Fathurrahman
dilantik
menjadi
Danlanud Ngurah
Rai, 16 April 2008.
Ia
menggantikan
Danlanud
sebelumnya
Letkol
Pnb. Gustav Brugman.
Kunjungan
kepada
Gubernur Bali dimaksudkan
untuk
memperkenalkan diri
sekaligus
mencari
masukan bagi
kelancaran
tugas-tugasnya
ke
depan di Bali.
Dalam
kunjungan ini
ia
didampingi
Komandan
Seksi
Operasional Lanud
Ngurah
Rai yang lama Mayor Tek.
Budhi
Arifa Caniago yang
akan
pindah
tugas ke
Bandung
dan
calon penggantinya
Kapten
Tek. Arief
Tandju.
(r/*)