Serap
Aspirasi
Rakyat
Kecil --
Mangku
Pastika ''Ngewarung''
di
Pasar Banjar
Singaraja
(Bali Post) -
Seorang
pemimpin yang
berasal
dari rakyat
memang
tak akan
pernah
melupakan rakyat
kecil,
di mana pun
berada.
Itulah
yang ditunjukkan
calon
Gubernur Bali Made Mangku
Pastika
ketika melakukan
sosialisasi
keliling
desa di
Kecamatan
Banjar,
Buleleng, Jumat (2/5)
kemarin.
Pada
pukul 08.00
wita,
ketika pasar
di Desa
Banjar
sedang ramai-ramainya,
Mangku
Pastika masuk
ke
pasar tersebut
sebagaimana
layaknya
seorang
warga biasa yang
sedang
membeli makanan
kecil.
Di pasar,
ia
masuk
ke sebuah
warung
kecil sembari
menyapa
para pedagang
dengan
akrab. ''Ngadol
napi, Bu?''
tanya
Pastika
dengan
gaya
seperti
rakyat biasa yang
sedang
membutuhkan makanan.
Si
pedagang pun
menunjukkan
dagangannya yang
tertebar
di atas
meja
kecil yang sederhana.
Di
atas
meja terdapat
sejumlah
makanan
rakyat
Bali,
seperti
kue laklak
dan
tipat cantok.
Mangku
Pastika
langsung memesan
satu
porsi laklak
dan
satu porsi
tipat
cantok. Dan tanpa
canggung
ia
duduk
di atas
kursi
panjang sembari
menikmati
tipat
cantok dengan
penuh
gairah.
Memang,
acara
sosialisasi pasangan
calon
gubernur dan
wakil
gubernur, Mangku
Pastika
dan A.A. Puspayoga
di
wilayah Kecamatan
Banjar
penuh dengan
suasana
kerakyatan.
Dari Pasar
Banjar,
Mangku Pastika
singgah
di Balai
Desa
Pedawa.
Selain
disambut
ratusan
warga, di
Pedawa
Pastika sempat
melahap
makanan khas
Pedawa
berupa singkong yang
diisi
gula aren.
Setelah
itu, Pastika
mampir
di Balai
Desa
Banyusri dan
sempat
berbincang dengan
anak-anak SD.
Lalu di
Desa
Tirtasari, Pastika
bertemu
dengan Pan Mayening
yang berusia
lebih
dari 100 tahun
namun
masih kuat
melantunkan
kidung
pujian kepada
Pastika.
Pastika pun
langsung
membuka jam
tangannya
dan
memberikannya kepada
Pan Mayening.
Setelah
itu,
Pastika sempat
mampir
di Desa
Kayuputih
dan
berbincang akrab
dengan
warga di
desa
itu.
Bahkan
sebelum
memasuki acara
puncak
berupa acara
tatap
muka dengan
ribuan
warga se-Kecamatan
Banjar
di Desa
Munduk,
lagi-lagi Mangku
Pastika
menyempatkan diri
menelusup
ke
sebuah warung
kecil yang
berjualan
di
sekitar tempat
acara.
Di
warung
itu Pastika
membeli
seporsi rujak
dan
melahapnya dengan
antusias.
Sementara
dalam
acara tatap
muka,
Pastika banyak
mendapat
masukan
selain juga
dukungan
dari
masyarakat.
Salah
satu masukan
datang
dari seorang
kepala
desa, Nyoman
Redes.
Redes
meminta agar
Pastika
selalu memperhatikan
rakyat
kecil, apalagi
diketahui
masa
kecil Pastika
memang
penuh dengan
penderitaan
sampai
akhirnya menjadi
orang
penting di
jajaran
Polri. (kmb15/*)