UN dan
Kualitas Pendidikan
SDM yang dimiliki Indonesia
sebetulnya
tidak
kalah dibandingkan
dengan SDM yang
dimiliki
oleh
negara-negara maju.
Hal ini
dapat kita
lihat
dari prestasi-prestasi
tingkat
dunia yang diraih
baik
oleh para
siswa Indonesia
dalam
ajang Olimpiade (Matematika,
Fisika,
dll), maupun
prestasi
tingkat
dunia dari
para
Sarjana Indonesia seperti
antara lain Prof. Dr. Ir. BJ
Habibie, Ir.
Cokorda
Sukawati (Sostrobahu)
dan lain-lain.
Akan
tetapi
sebagai bangsa
Indonesia
kita
jauh ketinggalan
di
segala bidang
kehidupan,
termasuk
dalam
bidang penguasaan
sains
dalam teknologi.
Bahkan
kualitas
pendidikan
di
Indonesia
semakin
tahun semakin
ketinggalan
dibandingkan
dengan
beberapa negara
ASEAN.
Hal ini
terjadi
karena baik
sistem
maupun manajemen
pendidikan
kita
tidak mampu
menggali,
meningkatkan
dan
mengembangkan SDM Indonesia
secara optimal.
Kebijakan-kebijakan
yang dilakukan
pemerintah
di
bidang pendidikan
selama
ini tidak
konsepsional
dan
hanya bersifat try
and error.
Dalam
rangka
meningkatkan kualitas
pendidikan Indonesia
ke
depan, salah
satunya
pemerintah telah
mengambil
langkah-langkah
baru
antara lain dengan
melaksanakan
Ujian
Akhir Nasional (UN).
Ujian
Akhir Nasional
adalah
merupakan salah
satu
mekanisme dari
prinsip-prinsip
manajemen
untuk
mengetahui hasil
suatu
proses kegiatan
belajar-mengajar.
Akan
tetapi UN
tidak
cukup signifikan
dalam
rangka meningkatkan
kualitas
pendidikan,
tanpa
adanya perbaikan yang
fundamental, baik
pada
sistem maupun
pada
manajemen pendidikan
mulai
dari Sekolah
Dasar
dan selanjutnya.
Pembangunan
bidang
pendidikan semestinya
dilakukan
secara
sistematis, menyeluruh
dan
berkelanjutan.
Drs. I Nyoman
Bintara
Br. Pengiasan,
Mengwi,
Badung