Nepal Jadi Negara
Republik
Kathmandu
-
Kelompok
mantan
pemberontak Maoist akhirnya
keluar
sebagai pemenang
pemilu
setelah penghitungan
akhir
memperlihatkan kelompok
ultra-kiri
tersebut
meraih
dukungan sangat
meyakinkan.
Maoist, Kamis (24/4)
kemarin
berjanji dasar
negara yang
menganut
kerajaan
atau
monarki
akan diubah.
"Sidang
pertama
anggota dewan yang
terpilih
akan
mengakhiri dasar
negara
kerajaan dan
tidak
akan ada
negosiasi
mengenai
hal ini,"
tandas
Prachanda, pemimpin
Maoist, Kamis
kemarin.
Penegasan
mantan
pemimpin pemberontak
disampaikan
setelah
mengadakan pertemuan
dengan
dubes luar
negeri
dan pejabat PBB
sambil
mempersiapkan mengambil
alih
pemerintahan baru.
Prachanda,
berarti
si Kejam,
meminta Washington
untuk
mencabut status kelompok
mereka
dari daftar
organisasi
teroris AS.
"Kami
ingin
menciptakan relasi
diplomatik
baru
dengan AS dan
mendapat
dukungan
guna
membangun
Nepal
baru.
Saya
harap AS
kembali
mempertimbangkan kebijakan
mereka,"
lanjut
Prachanda.
Maoist yang berperang
dalam
pemberontakan penuh
darah
berakhir 2006 meninggalkan
13.000 korban
tewas,
menyapu
jumlah kursi
hampir
dua kali lipat
dari
perolehan pesaing
terdekatnya.
Partai
Komunis Nepal (Maoist)
memenangkan 217
kursi
dari 601 anggota
Majelis
Konstitusi baru yang
diharapkan
bersidang
pertama
kalinya dalam
beberapa
pekan
mendatang dan
membubarkan
dasar
negara yang menganut
sistem
monarki selama 240
tahun.
Partai
Kongres --
sebelumnya
partai
favorit di
negeri
Himalaya
ini --
hanya meraup 107
kursi
dari pemilihan 10
April lalu.
Maoist mendapatkan 29,27
persen total
suara
dan Kongres Nepal
serta
Partai Komunis Nepal
(Persatuan Marxist-Leninist)
meraih
masing-masing 21,13 persen
dan 20,33
persen.
Walau kemenangan
ini
bernilai historis
tinggi, Maoist
ingin
menjalin kerja
sama
dengan
musuhnya yang kalah
dalam
membangun pemerintahan
koalisi. (ton/afp)