kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Pon, 25 April 2008

 Mancanegara


Nepal Jadi Negara Republik

Kathmandu -
Kelompok
mantan pemberontak Maoist akhirnya keluar sebagai pemenang pemilu setelah penghitungan akhir memperlihatkan kelompok ultra-kiri tersebut meraih dukungan sangat meyakinkan. Maoist, Kamis (24/4) kemarin berjanji dasar negara yang menganut kerajaan atau monarki akan diubah

"Sidang pertama anggota dewan yang terpilih akan mengakhiri dasar negara kerajaan dan tidak akan ada negosiasi mengenai hal ini," tandas Prachanda, pemimpin Maoist, Kamis kemarin.

Penegasan mantan pemimpin pemberontak disampaikan setelah mengadakan pertemuan dengan dubes luar negeri dan pejabat PBB sambil mempersiapkan mengambil alih pemerintahan baru.

Prachanda, berarti si Kejam, meminta Washington untuk mencabut status kelompok mereka dari daftar organisasi teroris AS. "Kami ingin menciptakan relasi diplomatik baru dengan AS dan mendapat dukungan guna membangun Nepal baru. Saya harap AS kembali mempertimbangkan kebijakan mereka," lanjut Prachanda.

Maoist yang berperang dalam pemberontakan penuh darah berakhir 2006 meninggalkan 13.000 korban tewas, menyapu jumlah kursi hampir dua kali lipat dari perolehan pesaing terdekatnya

Partai Komunis Nepal (Maoist) memenangkan 217 kursi dari 601 anggota Majelis Konstitusi baru yang diharapkan bersidang pertama kalinya dalam beberapa pekan mendatang dan membubarkan dasar negara yang menganut sistem monarki selama 240 tahun. Partai Kongres -- sebelumnya partai favorit di negeri Himalaya ini -- hanya meraup 107 kursi dari pemilihan 10 April lalu.

Maoist mendapatkan 29,27 persen total suara dan Kongres Nepal serta Partai Komunis Nepal (Persatuan Marxist-Leninist) meraih masing-masing 21,13 persen dan 20,33 persen. Walau kemenangan ini bernilai historis tinggi, Maoist ingin menjalin kerja sama dengan musuhnya yang kalah dalam membangun pemerintahan koalisi. (ton/afp)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)