|
Gaet
Turis
Cina ke Bali---
Depbudpar
Upayakan
Tambah Frekuensi
Penerbangan
Jakarta (Bali Post) -
Dalam
rangka
meningkatkan angka
kunjungan
wisatawan asal
Cina,
Departemen Kebudayaan
dan
Pariwisata (Depbudpar)
mendesak operator
penerbangan
untuk
menambah frekuensi
penerbangan
langsung Bali-Cina.
''Kita juga
sudah
membangun cafi
bernuansa Indonesia
di
Bandara Baijing
untuk
memberikan informasi
mengenai
kepariwisataan Indonesia,''
kata Menbudpar
Jero
Wacik usai
penandatanganan
MoU
antara Depbudpar
dan PT Bank ICBC Indonesia
di Jakarta,
Selasa (1/4)
kemarin.
Menurut
Wacik,
banyak usulan
dari
warga Cina
untuk
memudahkan mereka
berkunjung
ke Bali.
Mereka umumnya
selama
ini mengeluhkan
minimnya
penerbangan langsung
dari Cina
ke Bali. ''Beberapa
operator penerbangan
sudah
saya minta agar
melayani
penerbangan ke
Cina,''
kata Wacik.
Selama
ini, kata
Wacik,
minimnya angka
kunjungan
turis asal
Cina
karena ada
kesan
Indonesi masih
menutup
diri. Tetapi
sekarang
mereka sudah
mengetahui
bagaimana
hubungan Indonesia dan
Cina yang
makin baik. ''Inilah
yang harus
kita
sikapi secara
cerdas, agar
mereka
makin banyak
datang ke
Indonesia umumnya,''
katanya.
Menyingung
tujuan
kerja sama,
Wacik
mengatakan dalam
rangka
meningkatkan jumlah
turis
Cina, khususnya
pemegang
kartu Bank ICBC yang
memberikan kemudahan
bagi
mereka untuk
bepergian.
Ia
mengetakan, lewat
kerja
sama ini
diharapkan
kunjungan
turis Cina
meningkat
dari tahun
lalu 200
ribu orang
menjadi 300
ribu
orang tahun
ini.
Deputi
Bidang
Statistik Distribusi
Badan
Pusat Statistik (BPS)
Ali Rosidi
mengatakan,
jumlah
wisatawan mancanegara (wisman)
yang datang
ke Indonesia
pada
Februari 2008 mencapai
446,4 ribu
orang
atau naik 15,82
persen
dibandingkan Februari
2007 yang mencapai 385,4
ribu
orang. ''Jika
dibandingkan
Januari 2008,
jumlah
wisman datang
ke Indonesia
pada
Februari 2008 naik 1,93
persen,''
katanya.
Ia
menyebutkan,
jumlah
wisman yang datang
melalui 11
pintu
masuk utama
pada
Februari 2008 naik
19,17 persen
dibandingkan
bulan
sama tahun
sebelumnya
yaitu
dari 318,4 ribu
orang
menjadi 379,5 ribu
orang.
Jika
dibandingkan
Januari 2008,
wisman yang
datang
melalui 11 pintu
masuk
juga mengalami
kenaikan
sebesar 5,26 persen.
Jumlah
wisman ke Bali
pada
Februari 2008 naik
29,59 persen
dibandingkan
Februari 2007,
sedangkan
jika dibandingkan
Januari 2008,
jumlah
wisman ke Bali
juga naik
sebesar 8,39
persen
yaitu dari 147,3
ribu
orang menjadi 159,7
ribu
orang pada
Februari 2008.
Secara
kumulatif (Januari-Februari),
jumlah
wisman tahun 2008
mencapai 884,4
ribu
orang atau
meningkat 14,58
persen
dibandingkan jumlah
wisman
pada periode yang
sama
tahun 2007 sebanyak
771,9 orang.
Sementara
itu
tingkat penghunian
kamar (TPK) hotel
berbintang
di 14
daerah tujuan
wisata (DTW)
pada
Januari 2008 mencapai
rata-rata 48,36 persen
atau
turun 5,37 persen
atau
turun 5,37 poin
dibandingkan TPK
Desember 2007
pada 14 DTW yang
sama
sebesar 53,73 persen.
TPK hotel berbintang
di Bali
turun dari 60,79
persen
pada Desember 2007
menjadi 55,85
persen
pada Januari 2008.
Rata-rata lama menginap
tamu
asing dan Indonesia
pada hotel
berbintang
di 14 DTW
selama Januari 2008
adalah 2,08
hari,
turun 0,01 hari
dibandingkan
Desember 2007
pada 14 DTW yang
sama.
(010)
|