Porsenijar
Klungkung
Diikuti
3.200 Peserta
Semarapura
(Bali Post) -
Bupati
Klungkung
Wayan
Candra mengkhawatirkan
sarana
dan prasarana
olah raga
dan
seni yang sudah
dibangun
di
Kabupaten Klungkung
mubazir.
Seperti
Gedung
Olah Raga (GOR) Suwecapura,
Gelgel
dan Balai
Budaya
Klungkung. Karenanya,
dia
meminta fasilitas
yang dibangun
dengan
dana
cukup
besar itu
dimanfaatkan
dengan
baik untuk
latihan
dan pertandingan.
Demikian
disampaikan
Candra
saat membuka
Pekan
Olah Raga dan
Seni
Pelajar (Porsenijar)
Klungkung 2008,
Selasa (1/4)
kemarin.
Porsenijar
diikuti 3.200
atlet
dan seniman
dari
tingkat SD sampai SMA/SMK.
Kegiatan
yang dijadwalkan
berlangsung
selama 12
hari
itu, rencananya
dibuka
dengan apel
sekaligus defile
peserta
di Lapangan
Puputan
Semarapura, namun
dipindah
ke
Gedung Balai
Budaya
lantaran diguyur
hujan.
Acara
diakhiri
atraksi
senam Ayo
Bangkit,
atraksi
pencak silat
dan parade marching band.
Cabang
olah raga yang
dipertandingkan
meliputi
atletik,
pencak
silat, bola basket, sepak
bola, renang,
sepak
takraw, bola voli,
tenis
meja dan
catur.
Sementara
bidang
seni melombakan
tari-tarian,
menyalin
huruf
latin ke
Bahasa Bali,
tari
Sekar Alit, madya
dan
agung serta
mesatua,
pidato
Bahasa Bali dan
dharma wacana.
Terkait
keberadaan GOR
Suwecapura,
Candra
menegaskan, sarana
dan
prasarana olah raga
itu
sangat representatif
dipergunakan
untuk
pertandingan beberapa
cabang
olah raga.
Ditambah
lagi
keberadaan lapangan
tembak,
panjat tebing
dan
lapangan tenis.
''Nah,
siapa pun
atlet yang
berlaga
pada Porseijar kali
ini
harus maksimal,
karena
akan menjadi
duta
Klungkung untuk
Porsenijar Bali,''
tandasnya.
Ketua
Porsenijar yang
juga
Kadis Pendidikan
Nengah
Wijana
menyatakan,
pelaksanaan
Porsenijar
merupakan
wadah
evaluasi kegiatan
olah raga
dan
seni pelajar
guna
meningkatkan prestasi.
Selain
itu,
membuka kesempatan
menjaring
atlet
pelajar di
bidang
olah raga dan
seni.
(kmb20)