kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 2 April 2008

 Olahraga


Porsenijar
Klungkung Diikuti 3.200 Peserta

Semarapura (Bali Post) -
Bupati
Klungkung Wayan Candra mengkhawatirkan sarana dan prasarana olah raga dan seni yang sudah dibangun di Kabupaten Klungkung mubazir. Seperti Gedung Olah Raga (GOR) Suwecapura, Gelgel dan Balai Budaya Klungkung. Karenanya, dia meminta fasilitas yang dibangun dengan dana cukup besar itu dimanfaatkan dengan baik untuk latihan dan pertandingan.

Demikian disampaikan Candra saat membuka Pekan Olah Raga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Klungkung 2008, Selasa (1/4) kemarin. Porsenijar diikuti 3.200 atlet dan seniman dari tingkat SD sampai SMA/SMK.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama 12 hari itu, rencananya dibuka dengan apel sekaligus defile peserta di Lapangan Puputan Semarapura, namun dipindah ke Gedung Balai Budaya lantaran diguyur hujan. Acara diakhiri atraksi senam Ayo Bangkit, atraksi pencak silat dan parade marching band.

Cabang olah raga yang dipertandingkan meliputi atletik, pencak silat, bola basket, sepak bola, renang, sepak takraw, bola voli, tenis meja dan catur. Sementara bidang seni melombakan tari-tarian, menyalin huruf latin ke Bahasa Bali, tari Sekar Alit, madya dan agung serta mesatua, pidato Bahasa Bali dan dharma wacana.

Terkait keberadaan GOR Suwecapura, Candra menegaskan, sarana dan prasarana olah raga itu sangat representatif dipergunakan untuk pertandingan beberapa cabang olah raga. Ditambah lagi keberadaan lapangan tembak, panjat tebing dan lapangan tenis. ''Nah, siapa pun atlet yang berlaga pada Porseijar kali ini harus maksimal, karena akan menjadi duta Klungkung untuk Porsenijar Bali,'' tandasnya.

Ketua Porsenijar yang juga Kadis Pendidikan Nengah Wijana  menyatakan, pelaksanaan Porsenijar merupakan wadah evaluasi kegiatan olah raga dan seni pelajar guna meningkatkan prestasi. Selain itu, membuka kesempatan menjaring atlet pelajar di bidang olah raga dan seni. (kmb20)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)