Muntaber
Mewabah
di Seluruh
Karangasem--
595 Terserang,
Tujuh
Tewas
Amlapura
(Bali Post) -
Bupati
Karang Asem Wayan Gredeg (dua dari kanan) Saat Menjenguk
Pasien Muntaber di RSUD Karang Asem
Wabah
muntaber
di
Karangasem sampai
hari ke-13,
Selasa (1/4)
kemarin,
ternyata
belum
menunjukkan penurunan.
Bahkan,
kecenderungannya
bertambah.
Hingga
saat
ini yang telah
tercatat 595
penderita yang
sempat
mendapat perawatan
medis.
Sementara
yang meninggal
tujuh
orang.
Penderitanya
tak
hanya masyarakat
pedesaan,
petugas
medis, bidan
dan
penunggu pasien
juga
dilaporkan sudah
kena
muntaber.
Kabag
Humas
dan Protokol
Setdakab
Karangasem
Komang
Agus Sukasena
mengatakan,
kemarin
stafnya terus
ditugaskan
memantau
di dua
posko
yakni Puskesmas
Selat
dan RSUD Karangasem.
Kabid
Bina
Kesehatan Masyarkat
Diskes
Karangasem dr. Priagung
Duarsa
saat interaktif
sosialisasi
pencegahan
wabah
muntaber
di Radio
SWiB
kemarin mengatakan
penunggu
pasien yang
keluarganya
rawat
inap di RSUD
Karangasem
ada yang
terkena
muntaber.
Dia
minum air mineral,
namun
diduga penunggu
pasien
itu terkontaminasi
bakteri E.
colli
dari tangannya yang
tak
steril saat
melayani
pasien.
Priagung
Duarsa
mengatakan dari data
terakhir
sampai
pagi kemarin,
tercatat 595
penderita
sudah
terkena muntaber
sejak
dilaporkan KLB, Rabu
(19/3) lalu.
Namun,
jumlah
itu terus
bertambah
tiap
saat karena
terus
keluar-masuk Puskesmas
Selat, RSUD
Karangasem
serta
puskesmas lainnya.
Di
Puskesmas
Selat
sampai sore kemarin
dilaporkan
pasien
baru masuk 22
orang
di antaranya
satu
menjalani rawat
inap
dan sisanya
rawat
jalan.
Total pasien
muntaber yang
masih
menjalani rawat
inap
sampai kemarin
di
puskesmas itu 19
orang.
Karena
tempat
tidur pasien
cuma 15,
menyebabkan
ruang
perawatan penuh
dan
terpaksa dirawat
di
lorong-lorong puskesmas.
Berdasarkan
data dari
Diskes
dan masyarakat
dilaporkan
tujuh
orang sudah
tewas,
termasuk
satu
orang dari
Perangsari yang
meninggal
di
rumahnya dua
hari
lalu tanpa
sempat
dilarikan ke
puskesmas.
Wilayah
penyebaran juga
terus
meluas, sebelumnya
dilaporkan
di
desa-desa Kecamatan
Selat
dan Bebandem,
kemarin
disampaikan dr. Priagung
dari
Kecamatan Abang
ada
penderita delapan
orang,
Kecamatan Karangasem
serta
Manggis masing-masing
empat
dan tiga
orang.
Di Rendang, ayah
seorang
anggota DPRD dilaporkan
terserang.
Sementara
Camat
Kubu Drs. Wayan
Sutapa
mengatakan, di
wilayahnya
belum
diketahui jatuh
korban.
Dikatakan
siklus
penderita muntaber
di
Kubu
yang gersang
dan
panas berbeda
dengan
di kecamatan
lainnya.
Kaporit
Didiamkan
Kabag
Humas
Sukasena mengatakan,
Rabu (2/4)
hari
ini direncanakan
dilakukan
kaporitisasi
serentak
pada
sumber air konsumsi
penduduk
seperti
di cubang-cubang.
Hal itu
berdasarkan
instruksi
Bupati
Karangasem dengan
melibatkan
anggota TNI-AD,
Polri
dan petugas
kesehatan.
Tim turun,
karena
masalahnya kaporit
yang sudah
dibagikan
kepada
warga lewat
petugas
kesehatan sejak
beberapa
waktu
lalu ternyata
tak
ditaburkan pada air
cubang
penduduk.
Warga
yang menerima
kaporit
itu mendiamkan
kaporit
dengan alasan
tak
mengerti bagaimana
memanfaatkannya
untuk
membunuh kuman E.
colli
pada air cubang.
Hal itulah
diduga
menyebabkan masih
terus
berjatuhan penderita
muntaber,
di
samping anjuran
kepada
masyarakat untuk
mengonsumsi air
minum
dari sumber
alam
setelah dimasak 10-15
menit
tak dilakukan.
Sementara
warga yang
memasak air
minum
juga masih
menambahkan air
dingin
tak layak
konsumsi
pada air
minum yang
sudah
dimasak dengan
harapan
cepat dingin
dan
segera bisa
diminum.
(013)