kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 2 April 2008

 Bali


Muntaber
Mewabah di Seluruh Karangasem--
595 Terserang, Tujuh Tewas

Amlapura (Bali Post) -
Bupati Karang Asem Wayan Gredeg (dua dari kanan) Saat Menjenguk Pasien Muntaber di RSUD Karang Asem

Wabah muntaber di Karangasem sampai hari ke-13, Selasa (1/4) kemarin, ternyata belum menunjukkan penurunan. Bahkan, kecenderungannya bertambah. Hingga saat ini yang telah tercatat 595 penderita yang sempat mendapat perawatan medis. Sementara yang meninggal tujuh orang. Penderitanya tak hanya masyarakat pedesaan, petugas medis, bidan dan penunggu pasien juga dilaporkan sudah kena muntaber.

Kabag Humas dan Protokol Setdakab Karangasem Komang Agus Sukasena mengatakan, kemarin stafnya terus ditugaskan memantau di dua posko yakni Puskesmas Selat dan RSUD Karangasem.

Kabid Bina Kesehatan Masyarkat  Diskes Karangasem dr. Priagung Duarsa saat interaktif sosialisasi pencegahan wabah  muntaber di Radio SWiB kemarin mengatakan penunggu pasien yang keluarganya rawat inap di RSUD Karangasem ada yang terkena muntaber. Dia minum air mineral, namun diduga penunggu pasien itu terkontaminasi bakteri E. colli dari tangannya yang tak steril saat melayani pasien.

Priagung Duarsa mengatakan dari data terakhir sampai pagi kemarin, tercatat 595 penderita sudah terkena muntaber sejak dilaporkan KLB, Rabu (19/3) lalu. Namun, jumlah itu terus bertambah tiap saat karena terus keluar-masuk Puskesmas Selat, RSUD Karangasem serta puskesmas lainnya.

Di Puskesmas Selat sampai sore kemarin dilaporkan pasien baru masuk 22 orang di antaranya satu menjalani rawat inap dan sisanya rawat jalan. Total pasien muntaber yang masih menjalani rawat inap sampai kemarin di puskesmas itu 19 orang. Karena tempat tidur pasien cuma 15, menyebabkan ruang perawatan penuh dan terpaksa dirawat di lorong-lorong puskesmas.

Berdasarkan data dari Diskes dan masyarakat dilaporkan tujuh orang sudah tewas, termasuk satu orang dari Perangsari yang meninggal di rumahnya dua hari lalu tanpa sempat dilarikan ke puskesmas. Wilayah penyebaran juga terus meluas, sebelumnya dilaporkan di desa-desa Kecamatan Selat dan Bebandem, kemarin disampaikan dr. Priagung dari Kecamatan Abang ada penderita delapan orang, Kecamatan Karangasem serta Manggis masing-masing empat dan tiga orang. Di Rendang, ayah seorang anggota DPRD dilaporkan terserang. Sementara Camat Kubu Drs. Wayan Sutapa mengatakan, di wilayahnya belum diketahui jatuh korban. Dikatakan siklus penderita muntaber di Kubu  yang gersang dan panas berbeda dengan di kecamatan lainnya

Kaporit Didiamkan 

Kabag Humas Sukasena mengatakan, Rabu (2/4) hari ini direncanakan dilakukan kaporitisasi serentak pada sumber air konsumsi penduduk seperti di cubang-cubang.  Hal itu berdasarkan instruksi Bupati Karangasem dengan melibatkan anggota TNI-AD, Polri dan petugas kesehatan.

Tim turun, karena masalahnya kaporit yang sudah dibagikan kepada warga lewat petugas kesehatan sejak beberapa waktu lalu ternyata tak ditaburkan pada air cubang penduduk. Warga yang menerima kaporit itu mendiamkan kaporit dengan alasan tak mengerti bagaimana memanfaatkannya untuk membunuh kuman E. colli pada air cubang.

Hal itulah diduga menyebabkan masih terus berjatuhan penderita muntaber, di samping anjuran kepada masyarakat untuk mengonsumsi air minum dari sumber alam setelah dimasak 10-15 menit tak dilakukan. Sementara warga yang memasak air minum juga masih menambahkan air dingin tak layak konsumsi pada air minum yang sudah dimasak dengan harapan cepat dingin dan segera bisa diminum. (013)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)