kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Kliwon, 2 April 2008

 Bali


Tari
Bali dari Masa ke Masa di Tokyo

STUDIO Amrita West yang terletak di Kicijoji, Tokyo, hari itu terasa begitu sumringah. Daerah dengan pemandangan sebuah danau dengan taman besar yang dipenuhi bunga sakura yang sedang mekar melengkapi keindahan tempat ini. Di sini kita bisa melihat salah satu budaya masyarakat Jepang terkenal yakni berekreasi di bawah pohon sakura sambil makan dan minum.

Suasana budaya berekreasi di bawah guguran bunga-bunga sakura di Jepang, juga sempat dinikmati Jro Puspawati, salah seorang maestro tari Bali, yang diundang memberikan workshop tari Bali di Studio Amrita West, Sabtu (29/3) lalu.

Suasana yang penuh sukacita juga terlihat menyambut  kedatangan Jro Puspawati yang akan memberikan workshop dan menari di studio ini. Sejak pukul 6.30 tak kurang dari 50 orang peserta workshop berdatangan dari segala penjuru Jepang. Acara yang diisi dengan sekapur sirih dari Motoko Minagawa ini dimulai tepat pukul 7 malam waktu setempat. Dialog tentang tari Bali pada masa 30 - 60 tahunan menghangatkan suasana diselingi pemutaran video tari Kecak tahun 30-an.

Tanya jawab Minagawa dengan Kadek Suardana seputar perjalanan Ibu Jro Puspawati sebagai penari serta kisah cinta Jro Puspawati dengan Cokorda Bagus Sayoga (alm) juga menjadi topik yang tak kalah menariknya.

Saat itu juga diputar video Legong Kraton yang ditarikan Rindi (guru tari Jro Puspawati) dan beberapa contoh gerak tari dari Jro Puspa. Seniman sepuh ini semakin bersemangat menanggapi pertanyaan dan permintaan menari dari peserta diskusi. Tak urung Jero Puspa pun lebih banyak tampil dengan memberi contoh gerak tari Legong ketimbang menjelaskan dengan kata-kata. Hal ini membuat hadirin yang mayoritas penari dan penabuh terkesima. Terutama sekali oleh keenerjikan dan spirit tari yang dibawakan Jero Puspa, walaupun hanya sepenggal.

Terlebih lagi saat ibunda Anak Agung Ngurah Puspayoga (Wali Kota Denpasar) ini menari Panji Semirang gaya lama dan membandingkannya dengan gerak tari  yang sudah mengalami perubahan, ia mampu memperlihatkan dengan jelas perbedaan agem tari zaman dahulu dan sekarang. Di ujung acara, Jero Puspa mempersembahkan tari Demang Miring, yang disambut  tepuk tangan semua yang hadir(r/*)

 

 

 

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)