Tari
Bali dari
Masa ke
Masa di
Tokyo
STUDIO
Amrita West yang terletak
di
Kicijoji,
Tokyo,
hari
itu terasa
begitu
sumringah.
Daerah
dengan pemandangan
sebuah
danau dengan
taman
besar yang
dipenuhi
bunga
sakura yang sedang
mekar
melengkapi keindahan
tempat
ini. Di
sini
kita bisa
melihat
salah satu
budaya
masyarakat Jepang
terkenal
yakni
berekreasi di
bawah
pohon sakura
sambil
makan dan
minum.
Suasana
budaya
berekreasi di
bawah
guguran bunga-bunga
sakura
di Jepang,
juga
sempat dinikmati
Jro
Puspawati, salah
seorang maestro
tari Bali, yang
diundang
memberikan workshop
tari Bali
di Studio Amrita West,
Sabtu (29/3)
lalu.
Suasana
yang penuh
sukacita
juga
terlihat
menyambut
kedatangan
Jro
Puspawati yang akan
memberikan workshop
dan
menari di studio
ini.
Sejak
pukul 6.30
tak
kurang dari 50
orang
peserta workshop berdatangan
dari
segala penjuru
Jepang.
Acara
yang diisi
dengan
sekapur sirih
dari
Motoko Minagawa
ini
dimulai tepat
pukul 7
malam waktu
setempat. Dialog
tentang
tari Bali pada
masa 30 - 60
tahunan
menghangatkan suasana
diselingi
pemutaran video
tari
Kecak tahun 30-an.
Tanya jawab
Minagawa
dengan
Kadek Suardana
seputar
perjalanan Ibu
Jro
Puspawati sebagai
penari
serta kisah
cinta
Jro Puspawati
dengan
Cokorda Bagus
Sayoga (alm)
juga
menjadi topik yang
tak
kalah menariknya.
Saat
itu
juga diputar video
Legong
Kraton yang ditarikan
Rindi (guru
tari
Jro Puspawati)
dan
beberapa contoh
gerak
tari dari
Jro
Puspa.
Seniman
sepuh
ini semakin
bersemangat
menanggapi
pertanyaan
dan
permintaan menari
dari
peserta diskusi.
Tak
urung
Jero Puspa pun
lebih
banyak tampil
dengan
memberi contoh
gerak
tari Legong
ketimbang
menjelaskan
dengan
kata-kata. Hal
ini
membuat hadirin yang
mayoritas
penari
dan penabuh
terkesima.
Terutama
sekali
oleh keenerjikan
dan spirit
tari yang
dibawakan
Jero
Puspa, walaupun
hanya
sepenggal.
Terlebih
lagi
saat ibunda
Anak
Agung Ngurah
Puspayoga (Wali
Kota Denpasar)
ini
menari Panji
Semirang
gaya lama
dan
membandingkannya dengan
gerak
tari yang sudah
mengalami
perubahan,
ia
mampu memperlihatkan
dengan
jelas perbedaan
agem
tari zaman
dahulu
dan sekarang.
Di
ujung acara,
Jero
Puspa mempersembahkan
tari
Demang Miring, yang
disambut
tepuk
tangan
semua yang hadir.
(r/*)