Sulap
Eks
Galian C ----
Waspadai
''Broker'' Investasi
Semarapura
(Bali Post) -
Sejumlah
investor yang disebut-sebut
datang
ke Klungkung,
di
antaranya asal
Italia,
Singapura,
Malaysia, dan investor
nasional
asal Jakarta,
ditengarai
hanyalah broker (pialang)
investasi.
Makanya,
tak
satu pun yang nyantol
dan
menanamkan modalnya
di bumi
serombotan.
Mereka
yang datang
cenderung
tak
bermodal cukup
untuk
investasi.
Juga
tidak
menguasai seluk-beluk
pasar.
Dugaan
miring itu
dicetuskan
Sekda
Klungkung Ketut
Janapria
ketika
dimintai konfirmasi
Selasa (1/4)
kemarin.
Dikatakannya,
investor yang datang
dan
meninjau sejumlah
lokasi
bernilai jual
di
Klungkung salah
satunya
eks galian C,
tidak
pernah menindaklanjuti
hasil
pantauannya dalam
bentuk
kajian dan
perencanaan.
Begitu
balik,
mereka tak
muncul
lagi. "Makanya,
saya
menduga mereka
itu broker,"
tandasnya.
Malahan,
sebagian yang
datang
hanya menanyakan
keberadaan
tanah
negara.
Harapannya
bisa
berinvestasi dengan
biaya
rendah.
Tetapi
mendapatkan
tanah yang
luas.
Mengingat,
untuk
memanfaatkan tanah
negara,
tidak diperlukan
pembebasan,
melainkan
hanya
permohonan pengelolaan.
"Intinya,
sejauh
ini saya
belum
melihat ada investor
yang benar-benar
siap
berinvestasi di
Klungkung,"
tegasnya
seraya
menambahkan Pemkab
Klungkung
akan
lebih
selektif menerima
kedatangan investor
dan
meningkatkan kewaspadaan
untuk
mengantisipasi kedatangan
broker.
Di
tempat
terpisah, Bupati
Klungkung
Wayan
Candra secara
tegas
membantah wacananya
membuka
peluang alih
fungsi
eks galian C
dengan
mendatangkan sejumlah
investor, dikatakan
isapan
jempol.
Menurut
dia, perlu
proses
panjang bagi investor
untuk
membuat perencanaan
dan
kajian.
Karena
harus
disinkronisasi dengan
konsultan,
terutama
untuk
memenuhi persyaratan
yang tertuang
dalam Detail
Engeneering Design (DED).
"Saya
yakin, investor yang
datang (asal
Italia, Singapura,
dan
Malaysia)
punya
niat sungguh-sungguh.
Namun,
karena
prosesnya panjang
sehingga
sampai
sekarang belum
ada
realisasi," sebutnya.
Yang jelas,
kata
dia, Pemkab
Klungkung
bersungguh-sungguh
mewujudkan
harapan
masyarakat menyulap
eks
galian C menjadi
kawasan
bernilai ekonomi
tinggi.
Terbukti,
pembangunan
dermaga
sandingan di
eks
galian C, Gunaksa
terus
digenjot. "Mudah-mudahan
setelah
dermaga terbangun
bisa
dijadikan gerbang
dan
daya tarik
investasi
selanjutnya,"
harap
Candra. (kmb20)