kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Pon, 26 Maret 2008

 Ajeg Bali


Pura
Besakih sebagai ''Huluning Bali Rajya''

Dalam Lontar Padma Bhuwana, Pura Besakih dinyatakan sebagai huluning Bali Rajya. Artinya, Pura Besakih sebagai hulunya daerah Bali. Dengan kata lain, Pura Besakih adalah sebagai kepalanya atau menjadi jiwanya Pulau Bali. Hal ini sesuai dengan letak Pura Besakih di sebelah timur laut Pulau Bali. Timur laut adalah arah gunung dan arah terbitnya matahari dengan sinarnya sebagai salah satu kekuatan alam ciptaan Tuhan yang menjadi sumber kehidupan di bumi ini.

========================================================== 

Adanya Pura Besakih di lereng Gunung Agung sebagai simbol sakral untuk mengingatkan masyarakat Bali agar selalu menjaga kesuburan alam Bali, karena hanya dengan selalu terjaganya kesuburan alam Balilah kemakmuran dan kebahagiaan masyarakat Bali dapat diwujudkan. Matahari dan gunung sebagai salah satu hulunya kehidupan.

Di Pura Besakih sendiri terdapat berbagai simbol yang melukiskan tentang kehidupan sesuai dengan apa yang diajarkan dalam agama Hindu. Di sini juga terdapat konsepsi tentang hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan alam lingkungannya yang dikenal dengan nama Tri Hita Karana. Dari filosofi Tri Hita Karana inilah diwujudkan konsep-konsep hidup yang lebih detail, baik menyangkut bhakti manusia pada Tuhan, punia atau pengabdian manusia dengan sesamanya dan kasih sayang manusia pada alam lingkungan. Ketiga hubungan itu sangat detail dilukiskan di Pura Besakih dan diimplementasikan dalam kehidupan umat Hindu di seluruh Bali.

Bhakti umat manusia pada Tuhan untuk membangun kekuatan spiritual umat manusia. Dengan kekuatan spiritual itu manusia dapat memiliki moral yang luhur dan mental yang tangguh dalam menghadapi berbagai bentuk tantangan, hambatan dan godaan hidup.

Tiga perilaku berdasarkan ajaran Tri Hita Karana itu disebut Tri Para Artha yang artinya tiga tujuan mulia yaitu asih, punia dan bhakti. Asih itu menyayangi alam. Punia artinya mengabdi dengan tulis ikhlas kepada sesama umat manusia. Bhakti artinya menguatkan sraddha dan bhakti kepada Tuhan.

Misalnya Pura Besakih sebagai hulunya Pura Kahyangan Tiga di setiap desa pakraman di Bali. Pura Penataran Agung Besakih sebagai hulunya Pura Desa di desa pakraman. Pura Basukian di Besakih sebagai hulunya Pura Puseh, Pura Dalem Puri di Besakih hulunya Pura Dalem di desa pakraman.

Di Besakih ada Pura Ulun Kulkul sebagai hulunya kulkul di desa pakraman dan banjar di seluruh Bali. Di Besakih ada Pura Banua sebagai pemujaan Dewi Sri manifestasi Tuhan sebagai dewanya padi. Pura ini sebagai hulunya jineng bangunan sucinya berbentuk Gedong Limas Catu yang atapnya lancip ke atas. Pura ini sebagai hulunya Limas Catu yang umumnya ada di setiap Merajan Gede atau Merajan Gedong Pertiwi di setiap pemujaan keluarga di Bali. Di setiap Merajan Gede di Bali umumnya di sebelah kanan Pelinggih Gedong Pertiwi ada Pelinggih Limas Catu dan Limas Mujung lambang Pelinggih Pesimpangan ke Gunung Agung dan Gunung Batur.

Di Besakih ada Pura Bangun Sakti pemujaan Ananta Bhoga atau Sapta Patala di berbagai pura di seluruh Bali ada juga Pelinggih Sapta Patala sebagai pemujaan Tuhan sebagai dewanya lapisan zat padat bumi. Pura Jenggala di Besakih sebagai hulunya Pura Prajapati di setiap areal setra di desa pakraman di Bali. Pura Rambut Sedana di Pura Besakih sebagai hulu dari Pelinggih Rambut Sedana atau sering juga disebut Sri Sedana umumnya yang ada di setiap merajan keluarga di Bali. Demikianlah di Besakih ada banyak pura sebagai hulunya pura yang ada di berbagai pelosok daerah Bali.

Pura Besakih memiliki banyak fungsi. Pura Besakih juga sebagai Pura Rwa Bhineda artinya memuja Tuhan sebagai purusa dan pradana. Pura Besakih adalah Pura Purusa, sedangkan Pura Hulun Danu Batur sebagai pradana-nya. Pemujaan Tuhan sebagai pencipta purusa dan pradana untuk menumbuhkan kesadaran umat agar selalu berusaha membangun hidup yang seimbang lahir batin. Pura Besakih juga yang didirikan berdasarkan konsepsi Sad Winayaka itu melahirkan Pura Sad Kahyangan di Bali. Tujuan pendirian pemujaan Tuhan di Pura Sad Kahyangan untuk menuntun umat menjaga kelestarian Sad Kerti (Atma, Samudra, Wana, Samudra, Jagat dan Jana Kerthi).

Ada sedikitnya sembilan lontar yang menyatakan keberadaan Sad Kahyangan di Bali itu berbeda-beda. Namun dalam seminar kesatuan tafsir terhadap aspek-aspek agama Hindu menetapkan bahwa Sad Kahyangan yang dijadikan pegangan di Bali adalah menurut Lontar Kusuma Dewa. Alasannya, karena Sad Kahyangan itu dibangun saat Bali masih satu kerajaan. Setelah Bali menjadi sembilan kerajaan, masing-masing kerajaan memiliki Sad Kahyangan menurut pandangan masing-masing kerajaan. Hal itu tidaklah keliru karena itu merupakan kedaulatan masing-masing kerajaan.

Pura Besakih juga berfungsi sebagai Pura Padma Bhuwana. Mantra Veda juga menyatakan: Isavasyam idam jagat. Tuhan berstana di seluruh alam semesta. Jadi, menurut keyakinan agama Hindu Tuhan itu Mahaesa dan ada di mana-mana. Bagaimana memahami kemahaesaan Tuhan itu yang berada di mana-mana tentunya tidak mudah bagi umat yang awam. Untuk melukiskan Tuhan itu Esa dan ada di mana-mana, secara simbolis sakral maka umat Hindu di Bali mendirikan Pura Kahyangan Jagat di sembilan penjuru Bali yang disebut Pura Padma Bhuwana.

Pura Besakih juga sebagai lambang alam bawah dan alam atas. Pura Besakih sebagai simbol alam semesta divisualkan dalam berbagai dimensi. Alam bawah di Pura Besakih disebut Soring Ambal-ambal. Sedangkan alam atas disebut Luhuring Ambal-ambal. Seluruh kompleks Pura Besakih ada yang digolongkan pura di Soring Ambal-ambal dan ada pura yang tergolong di Luhuring Ambal-ambal.

Pura yang tergolong di Soring Ambal-ambal antara lain Pura Pesimpangan, Pura Manik Mas, Pura Bangun Sakti, Pura Merajan Selonding, Pura Goa Raja dengan Pura Rambut Sedana, Pura Besukian, Pura Dalem Puri, Pura Jenggala, Pura Banua dan Pura Merajan Kanginan.

Pura yang tergolong Luhuring Ambal-ambal adalah Pura Penataran Agung Besakih, Pura Batu Madeg, Pura Gelap, Pura Kiduling Kreteg, Pura Ulun Kulkul, Pura Peninjoan, Pura Tirtha, Pura Pengubengan dan Pura Pasar Agung di Desa Sebudi. Kompleks Pura Besakih ini sering disebut kompleks-kompleks Pura Besakih. * wiana

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)