kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Umanis, 19 Maret 2008

 Bali


SDM, Persoalan Konkret Umat Hindu
 

Denpasar (Bali Post) -
Kakanwil
Agama Propinsi Bali Drs. IGAK Sutha Yasa, M.Si. mengatakan dalam rangka pembinaan umat di lapangan, persoalan yang paling konkret dihadapi yakni menyangkut SDM. ''Jumlah pembimas kita masih terbatas. Di beberapa daerah pembimas kita masih bergabung antara Hindu dan Buddha. Bahkan di Gorontalo, sama sekali belum ada pembimas. Tak itu saja, guru-guru agama Hindu juga masih kurang, termasuk penyuluh agama Hindu,'' katanya saat pembukaan acara konsultasi tokoh-tokoh kelembagaan Hindu di Sanur, Selasa (18/3) kemarin.

Kata Sutha Yasa, penyuluh agama Hindu idealnya 1:100 KK. Sementara di Bali, ada 102 penyuluh agama Hindu yang ber-NIP, dibantu sekitar 1.400 penyuluh honorer. Selain menyangkut masih kurangnya SDM, anggaran juga masih kecil. Anggaran di bidang urusan agama dan pendidikan agama Hindu sangat terbatas. Karena itu diharapkan pemerintah daerah bisa mem-back-up kegiatan-kegiatan keagamaan Hindu.       

Sementara kegiatan konsultasi tokoh-tokoh kelembagaan Hindu ini berlangsung dua hari, diikuti 30 peserta seperti PHDI, PDHB, FKUB, Majelis Desa Pakraman, WHDI, Peradah dan sebagainya. Kegiatan ini dalam rangka menjalin kerja sama yang lebih solid antara pemerintah (dalam hal ini Ditjen Bimas Hindu Depag/Kanwil Depag Bali) dengan tokoh-tokoh kelembagaan Hindu, dalam rangka membangun rohani umat--meningkatkan sradha dan bakti umat Hindu. Sebab, tokoh-tokoh kelembagaan umat Hindu memiliki peran strategis dalam rangka mengemban tugas tersebut.

''Melalui kegiatan ini paling tidak ada persamaan visi dan misi dalam rangka menyiapkan pola pembinaan umat ke depan,'' ujar Sutha Yasa yang baru beberapa pekan dilantik menjadi Kakanwil Agama Propinsi Bali tersebut. (08)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)