Sanggar
Buruansari ''Ngelawang''
di Jakarta
Ikuti
Konser
Karawitan Muda
Indonesia -------
SANGGAR
Buruansari
dari
Desa Wanasari,
Tabanan
di bawah
binaan Prof. Dr. IBG
Yudha
Triguna, M.S. yang juga
Dirjen
Bimas Hindu melakukan
berbagai
kegiatan
seni (ngelawang)
di Jakarta, 13-16
Maret 2008
lalu.
Kehadiran mereka
di
Jakarta
untuk
mengikuti Konser
Karawitan
Muda
Indonesia ke-3 yang diselenggarakan
kerja
sama
antara
Menko Kesra
dengan UNESCO
bertempat
di aula RRI
Pusat Jakarta.
Prof. Dr. Arief
Rachman
dan Prof. Dr. Edi Sedyawati
sebagai
penggagas Konser
Karawitan
Muda
ini sangat
terkesan
dengan
penampilan anak-anak
yang dilatih
oleh
Anak Agung
Tresna,
M.Si.
Walaupun
mereka
baru berlatih
secara
intensif selama
enam
bulan terakhir,
penampilannya
cukup
membanggakan.
Dalam
sambutan
pembukaannya, Prof.
Arief
dan Prof. Edy
Sedyawati
merasa
terharu bahwasanya
di
tengah-tengah arus
modern sekarang
ini
ternyata anak-anak
muda Indonesia
masih
sangat mencintai
budaya Indonesia
dan
mereka sangat
terampil
memainkan
alat-alat
musik
tradisionalnya.
Kehadiran
sanggar
anak-anak ini
memberi
kesan mendalam
selama
kegiatan konser
tersebut.
Bahkan,
mereka
mendapat tepuk
tangan
sangat panjang
saat
mengakhiri konser
tersebut
dari
para penonton yang
memenuhi aula RRI
Stasiun
Pusat Jakarta.
Di
sela-sela
mengikuti
kegiatan
Konser
Karawitan Muda ke-3
tersebut,
sanggar yang
diikuti
oleh anak-anak
berusia 7
hingga 14
tahun
ini juga
diundang
untuk
memeriahkan acara
Dharma Santhi
Nyepi
Departemen Agama RI di
Pura
Rawamangun, Jakarta Timur,
serta
kegiatan Dharma Santhi
di
Markas Kopassus
Cijantung, Jakarta.
Dalam
kegiatan dharma
santhi
tersebut mereka
membawakan
tarian
Baris, Jauk
Manis
dan tarian Barong
yang dimainkan
oleh
Tjok.
Raka
Bawa
dan kawan-kawan.
Begitu
terharunya
para
peserta dharma santhi
tersebut
menyaksikan
tampilan
Sanggar
Seni Buruansari
ini,
sehingga secara
spontan
Ketua Wanita Hindu
Dharma Indonesia umat Hindu
di
Markas Kopassus
Cijantung
serta
umat Hindu di
Pura
Rawamangun memberikan
sumbangan
dana
untuk pembinaan
sanggar
seni ini.
Sementara
di Bali,
tanggal 20
Maret 2008
sanggar
ini akan
pentas
di Puri
Tabanan
berkenaan dengan
pengukuhan
penglingsir
Puri
Tabanan.
(08/*)