Terancam
Mangkrak,Proyek
Air Bersih
ke
Seraya
Amlapura
(Bali Post) -
Proyek
pipanisasi air
bersih
dari sumber
Yeha,
Desa Ababi,
Karangasem
ke
Seraya terancam
mangkrak.
Masalahnya,
proyek
normalisasi di
sumber
mata air sudah
rampung
sampai jaringan
pipanya,
sementara
pihak
warga Ababi
belum
mengizinkan penyedotan
air itu.
Hal itu
diakui Kabag
Teknis PDAM
Karangasem
Ketut
Suta, Selasa (18/3)
kemarin
di Amlapura.
Di
pihak lain,
seorang
warga Seraya
lewat
layanan pesan
singkat (SMS) Halo
Bupati
Karangasem, mempertanyakan
Bupati
Wayan Geredeg
tentang
proyek pengadaan air
bersih
untuk desanya.
Suta
mengatakan
proyek
normalisasi dan
pipanisasi air
bersih
dari Ababi
ke
Seraya itu,
merupakan
patungan
antara APBD
Propinsi Bali
dan APBD
Karangasem
tahun 2007.
Dari sumber
air dibiayai
propinsi,
sementara
dari reservoir
sampai
jaringan pipa
ke
Balepunduk dikerjakan
dengan
anggaran APBD Kabupaten
Karangasem.
''Namun
pekerjaan
proyek
itu berada
di
bawah tanggung
jawab
Dinas PU Propinsi
Bali dan PU
Karangasem,
bukan PDAM,''
katanya.
Dikatakan,
sebelum proposal
proyek
diusulkan, baik
ke
propinsi maupun APBD
kabupaten
sudah
ada penandatanganan
naskah
kerja
sama (MoU)
antara
Bupati Karangasem
Wayan
Geredeg dengan
Klian
Desa Pakraman
Ababi
Nyoman Subrata.
MoU
itu
bernomor 616/435 dan
No. 02/11/DPA/2006.
Salah
satu
bunyi kesepakatan
itu,
sumber mata air
di Yeha
dinormalisasi
pihak I
yakni Bupati
Karangasem.
Sementara
pihak
Desa Ababi
memberikan
pihak
kesatu mengambil air
itu
untuk dialiri air
bersih
ke Desa
Pakraman
Seraya,
jika setelah
normalisasi debit
airnya minimal 180 liter per
detik.
Sayangnya,
meski
secara penghitungan
Dinas PU debit air
di
sumber Yeha
itu
memenuhi syarat
untuk
disedot, tetapi
kalangan
warga
terutama dari
subak
masih melarang
mengambil air
itu.
Ratusan
warga sempat
beramai-ramai
datang
ke balai
masyarakat Bias,
Ababi
tahun lalu,
minta air
di
Ababi seperti
dari
sumber Blegondang
tak
disedot PDAM.
Alasannya,
sawah
itu kekurangan air
irigasi
dan menyebabkan
mereka
tak bisa
bertanam
padi
dan menderita
kerugian
besar. ''Warga
di
Ababi belum
mengizinkan
mengambil air
dari
Yeha, sehingga
meski
sudah rampung
jaringan
pipa air
bersih
ke Seraya,
tetapi
belum bisa
mengalirkan air
itu,''
ujar Suta.
(013)