kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Umanis, 19 Maret 2008

 Bali


Terancam
Mangkrak,Proyek Air Bersih ke Seraya 

Amlapura (Bali Post) -
Proyek
pipanisasi air bersih dari sumber Yeha, Desa Ababi, Karangasem ke Seraya terancam mangkrak. Masalahnya, proyek normalisasi di sumber mata air sudah rampung sampai jaringan pipanya, sementara pihak warga Ababi belum mengizinkan penyedotan air itu.

Hal itu diakui Kabag Teknis PDAM Karangasem Ketut Suta, Selasa (18/3) kemarin di Amlapura. Di pihak lain, seorang warga Seraya lewat layanan pesan singkat (SMS) Halo Bupati Karangasem, mempertanyakan Bupati Wayan Geredeg tentang proyek pengadaan air bersih untuk desanya.

Suta mengatakan proyek normalisasi dan pipanisasi air bersih dari Ababi ke Seraya itu, merupakan patungan antara APBD Propinsi Bali dan APBD Karangasem tahun 2007. Dari sumber air dibiayai propinsi, sementara dari reservoir sampai jaringan pipa ke Balepunduk dikerjakan dengan anggaran APBD Kabupaten Karangasem. ''Namun pekerjaan proyek itu berada di bawah tanggung jawab Dinas PU Propinsi Bali dan PU Karangasem, bukan PDAM,'' katanya.

Dikatakan, sebelum proposal proyek diusulkan, baik ke propinsi maupun APBD kabupaten sudah ada penandatanganan naskah kerja sama (MoU) antara Bupati Karangasem Wayan Geredeg dengan Klian Desa Pakraman Ababi Nyoman Subrata. MoU itu bernomor 616/435 dan No. 02/11/DPA/2006. Salah satu bunyi kesepakatan itu, sumber mata air di Yeha dinormalisasi pihak I yakni Bupati Karangasem. Sementara pihak Desa Ababi memberikan pihak kesatu mengambil air itu untuk dialiri air bersih ke Desa Pakraman Seraya, jika setelah normalisasi debit airnya minimal 180 liter per detik.

Sayangnya, meski secara penghitungan Dinas PU debit air di sumber Yeha itu memenuhi syarat untuk disedot, tetapi kalangan warga terutama dari subak masih melarang mengambil air itu. Ratusan warga sempat beramai-ramai datang ke balai masyarakat Bias, Ababi tahun lalu, minta air di Ababi seperti dari sumber Blegondang tak disedot PDAM. Alasannya, sawah itu kekurangan air irigasi dan menyebabkan mereka tak bisa bertanam padi dan menderita kerugian besar. ''Warga di Ababi belum mengizinkan mengambil air dari Yeha, sehingga meski sudah rampung jaringan pipa air bersih ke Seraya, tetapi belum bisa mengalirkan air itu,'' ujar Suta. (013)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)