Giliran,
22 Karyawan Hotel
Keracunan
Makanan
Gianyar
(Bali Post) -
Kasus
keracunan
makanan
kembali terjadi
di
Gianyar.
Setelah
tujuh perajin
perak yang
keracunan
ikan
tongkol diperbolehkan
pulang
dari RS Prema
Gana,
Batubulan, kini
peristiwa yang
sama
kembali
menimpa karyawan
hotel.
Sedikitnya 22
karyawan Hotel Maya
Ubud
mengalami keracunan
makanan
Senin (17/3) laly,
pukul 21.00
wita.
Puluhan
karyawan yang
keracunan
sehabis
makan malam
ini
langsung dilarikan
ke RS
Ari Santi,
Ubud
dan RS Ganesa
Celuk,
Sukawati.
Informasi yang
dihimpun
Selasa (18/3)
kemarin,
menyebutkan
di RS
Ari Santi,
Ubud 14
karyawan hotel dirawat,
di
antaranya Ketut
Sama (35),
Kadek
Upadana (23), dan
Wayan
Sutrisna (26.
Sedangkan
sisanya
dirawat di RS
Ganesa
Celuk, di
antaranya
Putu
Sumantara (22), GA Mawarniri
(29), Dewa
Ayu
Ratuningsih (22), dan
Wayan
Murtini (24).
Menurut
petugas RS,
kedatangan
pasien
keracunan ini
sempat
membuat petugas
medis
di kedua RS
tersebut
kelabakan.
Peristiwa
keracunan
makanan yang
menimpa
karyawan hotel ini
sempat
ditutupi.
Hal ini
sama
sekali
tidak dilaporkan
ke
polisi.
Namun,
berkat
informasi dari
masyarakat
akhirnya
kasus
tersebut terbongkar.
Polisi
yang baru
mengetahui
sekitar
pukul 22.00 wita
kemudian
meninjau
lokasi
dan RS tempat
para
korban dirawat.
Kapolsek
Ubud, AKP
Dewa
Putra, seizin
Kapolres
mengatakan
bahwa
dari kejadian
tersebut
sejumlah
bahan
makanan dan
sisa
muntahan korban
telah
diamankan dan
diperiksa
ke
laboratorium forensik
Polri.
Sedangkan
menurut
Melani dan
Putu
Manik, korban
keracunan
makanan
mengatakan bahwa
pada jam
istirahat
pukul 17.00
wita,
para karyawan
membeli
makanan di
kantin hotel.
Saat
itu menu
makanan
di antaranya
nasi,
ikan, sayur
dan sup
bening. Usai
istirahat
makan,
satu jam kemudian
para
karyawan merasakan
hal yang
sama.
Kemudian
karyawan
oleh
pihak hotel sempat
dibawa
ke RS di
Ubud.
Namun
karena
jumlahnya cukup
banyak,
akhirnya dibawa
ke RS
Ari Santi
dan
Ganesa Celuk.
Informasi
terakhir
untuk
di RS Ari
Santi
terdapat tiga
orang yang
masih
dirawat inap
yakni
Melani, Kadek
Upadana,
dan
Putu Manik
Patriani.
Sedangkan
di RS
Ganesa delapan
orang yang
masuk
sudah dipulangkan.
(dar)