kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Wage, 26 Pebruari 2008

 Surat Pembaca


Setuju
Nama Manghapura 

Seperti diusulkan pada Surat Pembaca Bali Post, 14 Februari 2008, Manghapura sebagai ibu kota Kabupaten Badung, saya sangat setuju. Ini untuk mengembalikan keberadaan kebesaran kerajaan Mengwi pada abad ke-17 yang pemerintahannya berkedudukan di Manghapura.

Pada abad ke-16 raja Blambangan meminta bantuan kepada raja Buleleng untuk meredakan kerusuhan di keraton Macan Putih dalam hal pengangkatan raja dan perlindungan dari serbuan Mataram Islam. Setelah kesepakatan dicapai, diangkatlah Mas Putra menjadi raja Blambangan dengan gelar Pangeran Danureja pada tahun 1697-1736. Saat pengangkatannya mendapat perlindungan dari Gusti Ngurah Panji Kertanegara atau Panji Sakti dari Buleleng, yang pusat pemerintahannya di Semayapura (Mahyapura).

Pada tahun 1709-1711 Buleleng dikuasai oleh kerajaan Mengwi, sehingga dengan sendirinya Blambangan juga ikut dikuasai Mengwi. Saat itu anak-anak Surapati di Pasuruan meminta salah satu keturunan raja Mengwi untuk memerintah di Blambangan.

Dari Mengwi diangkatlah I Gusti Agung Sakti yang bergelar Cokordha Sakti Blambangan yang merupakan menantu Panji Sakti bersama dengan 10.000 orang Bali memerintah di daerah Puger Blambangan Barat. Blambangan waktu itu diperintah oleh Pangeran Danureja, yang wafat tahun 1736 kemudian dimakamkan di Tuban (wilayah airport Ngurah Rai, Bali) dan diganti oleh putranya bernama Pangeran Mas Sepuh atau Pangeran Danuningrat yang didampingi oleh para wali agung dari Bali.

Pada tahun 1745-1767 beliau memerintah Blambangan diwakili oleh adiknya Pangeran Wong Agung Wilis. Pada tahun 1764 keduanya dipanggil oleh Raja Mengwi dan Raja Klungkung (Gelgel), yang diperintah oleh Ida I Dewa Agung Dimade yang berkedudukan di Semarapura. Selama di Mengwi beliau juga berpindah tempat dan pernah juga di Kawiyapura (wilayah Sibang) dan menetap di Tegal Balumbungan sebelum beliau dibunuh di pantai Seseh tahu 1761. Pada abad ke-17 ibu kota kerajaan Mengwi adalah Manghapura.

Kiranya saran ini bisa dipertimbangkan untuk mengenang kebesaran kerajaan Mengwi pada waktu itu. 

Dr. Pageh Badunggawa
Br. Rangkan Sari Pemogan
Denpasar

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)