kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Wage, 26 Pebruari 2008

 Debat


''Voters Education'' bagi Pemilih

Oleh I Putu Sudibawa
 

PENDIDIKAN pemilih (voters education) sangat penting untuk membangun kesadaran politik yang tinggi, sehingga pemilih dapat menyalurkan hak politiknya secara arif, kritis, dan rasional, di samping mampu memahami secara teknis mekanisme pelaksanaan pilkada. Signifikansi dari pendidikan pemilih, pilkada dapat dimaknai sebagai sarana vital dalam membangun nilai-nilai kesetaraan. Begitu pentingnya pendidikan pemilih, sehingga kita menaruh harapan begitu besar pada terselenggaranya pilkada yang demokratis. Pada akhirnya nanti dapat mengantarkan kita untuk mewujudkan suatu masyarakat yang madani, yaitu masyarakat yang mampu berkreasi secara maksimal dan menyerap nilai-nilai demokrasi secara konstruktif, sehingga kita memiliki suatu sistem politik yang makin demokratis.

Pilkada sebagai proses politik yang secara substansial hendak mengakomodasi aspirasi rakyat harus dijadikan sebagai sarana untuk memberdayakan kesadaran politik pemilih. Bentuk dari pemberdayaan politik itu tidak hanya ditujukan bagi pemilih, tetapi juga bagi para calon pemimpin dan segenap jajarannya. Pendidikan politik bagi pemimpin dan segenap jajarannya lebih diarahkan pada bagaimana bermain politik  yang didasarkan pada etika dan moral, bukan saling mencaci untuk menjatuhkan rivalnya. Dengan demikian, diharapkan semua pihak akan memiliki kesadaran politik, sehingga para calon pemimpin dan komponen yang terlibat dalam pilkada menjadi institusi politik yang siap memberikan pembelajaran demokrasi yang santun.

Mewujudkan semua ini, merupakan tanggung jawab semua pihak, karena untuk mewujudkan pilkada yang berkualitas tidak hanya terkait dengan kualitas mekanisme teknisnya, melainkan kesiapan masyarakat pemilih untuk menjadi masyarakat politik yang arif, bijaksana, kritis, cerdas, dan bertanggung jawab sebagai sesuatu yang lebih penting dari sekadar instrumen teknis pilkada. Pendidikan pemilih menjadi agenda yang sangat penting bagi pemilih sebagai bagian dari pendidikan politik dan kewarganegaraan bagi pemilih.

Salah satu ranah yang sangat strategis untuk melakukan pendidikan pemilih adalah lembaga pendidikan, karena ranah ini merupakan basis persemaian para pembelajar yang merupakan pemilih pemula, di samping juga suara pelajar memiliki jumlah yang sangat signifikan dalam tiap pemilihan. Data dari Lembaga Advokasi Anak Indonesia seperti apa yang dikutip oleh Chamin, dkk menyebutkan hampir 15,97 % pemilih pada pemilu sebelumnya merupakan pemilih pelajar/remaja (pemilih pemula).

Berpijak dari data statistik ini, pendidikan pemilih bagi pembelajar sangat penting, agar dalam pilkada nanti mereka dapat menentukan pilihannya secara cerdas, kritis, rasional, dan bertanggung jawab, di samping juga untuk menyelamatkan mereka dari eksploitasi politis para praktisi politik. Pelaksanaan pilkada dapat pula merupakan salah satu media pembelajaran bagi generasi muda untuk menjadi masyarakat politik yang sehat dan demokratis di masa depan.

Lembaga pendidikan, seperti sekolah, merupakan wilayah ilmiah yang terbiasa dengan dinamika pengetahuan dan pendidikan yang mengedepankan watak rasional. Sesungguhnya politik merupakan sesuatu yang bersifat rasional, maka pendidikan pemilih sangat strategis dilakukan di lembaga pendidikan. Keberadaan budaya rasional yang cukup berkembang di lembaga pendidikan, sehingga menjadikan pendidikan pemilih di ranah ini sangat strategis dan efektif. Dengan latar belakang kultural yang ilmiah dan rasional, lembaga pendidikan bisa menjadi media pembelajaran yang efektif dalam membangun masyarakat politik yang cerdas dan kritis. Hal ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi pendidikan politik pada komunitas yang lain. Pembelajar sebagai komunitas lembaga pendidikan memiliki kesadaran kritis dan rasionalitas selaku warga negara yang memiliki hak politik. Dengan demikian, akan menjadi bijaksana memberikan pendidikan pemilih sebagai alternatif dalam mengawal dan mengarahkan pembelajar dalam menentukan hak-hak politiknya.

Penulis, guru SMAN 1 Sidemen, Karangasem

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)