kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Wage, 26 Pebruari 2008

 Mancanegara


Raul Castro, Presiden Baru Kuba
 

Havana -
Seperti
perkiraan yang sudah hampir pasti, parlemen Kuba memilih Raul Castro (76) sebagai presiden baru setelah hampir 50 tahun di bawah naungan kakaknya, Fidel Castro. Ini tentunya sebuah sejarah baru yang kelihatannya tetap mengukuhkan Pulau Karibia tersebut di jalan komunis.

Setelah berpuluh tahun dalam bayang-bayang karismatik Fidel Castro sebagai orang nomor dua di Kuba dan Menteri Pertahanan, Raul Castro sekarang menghadapi tantangan besar. Tugas pentingnya termasuk mempersiapkan transisi kekuatan kepada generasi baru dan tuntutan mendesak yakni reformasi ekonomi.

"Fidel tidak tergantikan, masyarakat terus akan mengenang jasa-jasanya walau secara fisik dia tidak bersama kami lagi. Ide-ide landasan dasarnya selalu akan menjadi acuan pemerintah," ujar Raul Castro kepaga anggota legislatif dalam pidato penerimaan Minggu (24/2) malam waktu setempat.

Sembilan belas bulan sejak ia mengambil alih posisi sebagai pemimpin sementara, Raul Castro melakukan sedikit perubahan dalam ekonomi, namun berjanji langkah tersebut memberikan kesempatan lebih besar. Ia berjanji semuanya akan berjalan jelas untuk masyarakat dan pemecahan masalah negara akan diselesaikan "sedikit demi sedikit." Masyarakat banyak berharap presiden baru lebih memantapkan reformasi ekonomi guna meningkatkan status taraf hidup mereka. "Ini yang terbaik bagi Kuba," tandas Carlos Muguercia (78), seorang perajin kayu. "Raul tahu situasi negara, ia tahu cara memecahkan masalah walaupun masalah tersebut sudah serius."

Fidel Castro (81), pemimpin revolusi Kuba, secara temporal menyerahkan tampuk kekuasaan kepada adiknya pada Juli 2006 ketika masuk RS untuk menjalani bedah perut. Sejak itu pula Fidel tidak pernah muncul di hadapan publik, dan Selasa lalu ia memberikan pengumuman bersejarah dengan muncul sebagai presiden dengan alasan kesehatan.

Segera setelah diangkat menjadi presiden, Raul Castro menunjuk Jenderal Julio Casas Regueiro (72) muntuk enggantikannya sebagai pemimpin angkatan bersenjata negara. Reaksi pertama Amerika Serikat atas penunjukan Castro oleh dewan nasional adalah mereka ingin terjadinya beberapa perubahan. "Ada kemungkinan dan potensi perubahan di Kuba. Namun hal ini harus lahir dari dalam Kuba sendiri," jelas Tom Shannon, diplomat tinggi AS untuk Amerika Latin. (ton/afp)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)