kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Wage, 26 Pebruari 2008

 Ekuin


207 Tower SUTT Distribusikan
Listrik PLTU Celukan Bawang  

Singaraja (Bali Post) -
Meski
proyek PLTU Celukan Bawang masih terganjal masalah pembebasan tanah,  PLN melalui Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (PI Kitring JBN) sudah bersiap-siap membangun jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT). SUTT ini untuk mendistribusikan listrik dari PLTU Celukan Bawang ke pusat distribusi di Kapal (Badung) itu akan melewati sejumlah desa di Buleleng, Tabanan dan Badung.

Untuk keperluan tersebut, PLN membutuhkan 207 tower yang dibangun di wilayah Kecamatan Gerokgak dan Busungbiu (Buleleng), Pupuan, Selemadeg Barat, Selemadeg Timur, Kerambitan dan Kediri (Tabanan) serta Mengwi (Badung). Untuk di Buleleng, tower dibangun sebanyak 60 buah, Tabanan 133 buah dan Badung 14 buah. Izin lokasi untuk pembangunan tower SUTT di wilayah Buleleng sudah diajukan ke Pemkab Buleleng tanggal 12 Februari 2008.

Dalam surat bernomor 054/612/PI Kitring JBN/2008 yang ditandatangani Manager Perencanaan Muchlis Chaniago itu, berisi permohonan izin lokasi untuk membangun 60 tower di wilayah Buleleng. Ke-60 tower itu rencananya dibangun di Desa Tinga-Tinga (Gerokgak) dan Subuk (Busungbiu).

Kebag Tata Pemerintahan Setkab Buleleng Tjok Ganda Putra yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/2) kemarin, membenarkan pihaknya menerima surat permohonan izin lokasi dari PLN melalui JI Kitring JBN yang berkantor di Semarang. Namun pihaknya belum menjawab surat permohonan tersebut karena harus dirapatkan dulu dengan pihak-pihak berwenang di Pemkab Buleleng. "Rencananya kami akan rapat 28 Februari ini," katanya.

Namun besar kemungkinan, kata Tjok Ganda, izin lokasi akan dikeluarkan mengingat jaringan yang dibangun itu bukan SUTET (saluran udara tegangan ekstra tinggi). Selain itu, PLTU di Celukan Bawang dan jaringan itu dibangun untuk memperbesar cadangan listrik di Bali. Apalagi, permohonan izin lokasi itu sudah dilengkapi dengan rekomendasi Gubernur Bali.

Di sisi lain, kata Tjok Ganda, pembangunan tower dan SUTT itu juga memerlukan berbagai pertimbangan lain. Seperti mekanisme pembebasan tanah dan sosialisasi kepada masyarakat. Pihaknya harus bersikap hati-hati agar proyek ini tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. (kmb15)        

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)