Minum
Air Keras,Anak
Tiga
Tahun Tewas
Gianyar
(Bali Post) -
Putu
Eka
Ayuningsih asal
Banjar
Siyih Desa
Sumita,
Gianyar yang baru
berusia
tiga tahun
mengalami
nasib apes.
Akibat
perbuatan tidak
disengaja yang
dilakukan
oleh
ibunya, diberikan
minum air
keras,
akhirnya anak
semata
wayang itu
tewas
Senin (25/2)
kemarin.
Berdasarkan
informasi yang
dihimpun
di RSU
Sanjiwani, peristiwa
tersebut
berawal
dari menangisnya
Putu
Eka di
saat
ibunya, Ni Kadek
Riyasih (30),
sedang
membersihkan bokor.
Agar tangis
anaknya
berhenti, korban pun
diberikan
permen
oleh ibunya.
Setelah
diberikan
permen,
korban sempat
berhenti
menangis.
Tetapi,
tiba-tiba
korban
kembali menangis
akibat
permen yang diberikan
ibunya
nyangkut di
kerongkongan
korban.
Karena
panik,
Riyasih mencoba
menyelamatkan
anak
tunggalnya itu
dengan
mengambilkan air minum.
Namun,
di saat
mengambil air
minum,
ibu korban
salah
mengambil botol
minuman.
Air yang
diberikan minum
kepada
anaknya itu
justru air
keras yang
letaknya
bersebelahan
dengan air
minum.
Kesalahan
mengambil
ini
terjadi karena
kedua air
tersebut
dalam
kemasan botol yang
sama.
Anaknya
sempat
mengeluh rasa
pedas
dan panas
di
tenggorokannya.
Tak
beberapa lama
anak
ini akhirnya
pingsan.
Rasa panik
kembali
terjadi pada
diri
Riyasih, ketika
mengetahui air yang
diminum
anaknya bukan air
minum
melainkan air keras,
sehingga
korban
langsung dicarikan
pertolongan
ke RSU
Sanjiwani.
Korban
masuk
ruangan UGD sekitar
pukul 15.45
wita. Tim
medis
bagian bedah
sempat
memberikan pertolongan
dan
napas buatan
kepada
korban,
akan tetapi
nyawanya
tidak
dapat ditolong
lagi.
Dokter
Komang
Agus Wirawan
dan dr.
Kadek Yoga
Permana
mengatakan, kematian
korban
akibat air keras yang
sudah
menjalar di
tubuhnya.
Korban
meninggal
pukul 16.00
wita.
Mayat
korban
selanjutnya dibawa
ke
rumah duka
oleh
keluarganya. Ayah
korban,
Kade
Sudarma, maupun
istrinya
sangat shock
akibat
peristiwa tersebut.
(dar)