Pilkada
Aman,
Amankan VIY 2008
Oleh
I Made Setia Negara
HAJATAN
pilkada
langsung yang
akan
segera
digelar di
Pulau
Dewata tercinta
ini
merupakan pesta
demokrasi
tingkat
propinsi untuk
pertama
kalinya. Rakyat
akan
memilih
secara langsung
pemimpinnya.
Oleh
karena
itu rakyat
harus
menentukan pilihannya
berdasarkan
hati
nuraninya.
Tanpa
demikian,
niscaya
pemimpin
Bali
ke
depannya tak
berkualitas
serta
tak reformis.
Pilkada
Bali mempunyai
misi yang
sangat
mulia serta
strategis
yaitu
memilih gubernur yang
nantinya
bisa
membawa roda
pemerintahan Bali yang
mampu
menyejahterakan seluruh
rakyatnya.
Harapan
tersebut
sangatlah
sederhana
di
tengah terpuruknya
kondisi
ekonomi yang sampai
saat
ini masih
digelayuti
awan
tebal.
Pesimisme
mewarnai
kehidupan
sehari-hari
masyarakat,
diberpuruk
lagi
dengan maraknya
aksi-aksi
kriminalitas,
gangguan
kamtibmas,
serta
sulitnya mendapatkan
lahan
penghidupan.
Dengan
adanya
pilkada ini
rakyat
harus optimis
karena
ada secercah
harapan
untuk menuju
pemerintahan yang
lebih
dinamis serta
reformis
di masa
yang akan
datang.
Sehingga
terkabulkannya
harapan
tersebut menjdi
tumpuan
pelaksanaan pilkada
mendatang.
Pilkada
ini
seyogianya mendapat
dukungan moral
dari
seluruh komponen
masyarakat
sehingga
pelaksanaannya
berjalan
sesuai
dengan rencana
yaitu
aman dan
damai.
Oleh
karena
itu, para
kandidat
serta elite
politik
mampu memberikan
suritauladan
dalam
etika berpolitik.
Para elite
politik
diharapkan jangan
sebagai
provokator, sebaliknya
mampu
memberikan pendidikan
politik
kepada masa
pendukungnya.
Selain
itu, elite
politik
bisa memberikan
ruang
kepada rakyat
dalam
menyampaikan baik
aspirasi
maupun
inspirasinya.
Hubungan
batin yang
mesra
di antara elite
dengan
rakyat harus
terus
dibina serta
dikembangkan
dalam
kehidupan berpolitik.
Apabila
hal itu
terwujud,
akan
tercipta
pemilu yang
aman,
nyaman, dan
damai.
Faktor
keamanan,
kenyamanan,
dan
kedamaian harus
selalu
hadir dalam
setiap
relung kehidupan
dalam
menyikapi pilkada
nanti.
Ketiga
faktor
ini berjalan
secara
sinergi di
tengah
masyarakat
Bali
dengan
mengedepankan konsep
ajeg Bali.
Ajeg
Bali jangan
sampai
berhenti pada
tatanan
wacana saja
tetapi
harus direalisasikan
dalam
kehidupan keseharian.
Termasuk
menjaga
kondisi Bali yang damai
secara
berkesinambungan sehingga
check and balance dalam
kehidupan
berpolitik
menjelang
pilkada
berjalan dengan
baik.
Semeton
Bali harus
berkaca
pada pengalaman-pengalaman
sebelumnya
dimana
banyak kasus
kita
temui dan
lihat
di daerah lain.
Kerusuhan
menjelang
pilkada
tidak
akan menyelesaikan
masalah
melainkan menimbulkan
masalah
baru yang ujung-ujungnya
rakyat
akan menderita
lahir
batin. Kita
berharap
pilkada kali
ini
menjadi iklim yang
positif
bagi rakyat
Bali.
Perhatian
terhadap
rakyat
dalam hal
kesejahteraannya
tetap
harus dijaga.
Kita belum
sepenuhnya
bangkit
dari krisis
multidimensi yang
berkepanjangan
sejak
runtuhnya rezim
Orde
Baru. Ketergantungan
mengimpor
bahan
baku
untuk
industri dalam
negeri
sudah selayaknya
dikurangi
karena
kita akan
bermain
dengan mata
uang
asing yang sewaktu-waktu
akan
mengalami fluktuasi.
Pilkada
yang damai
akan
memberikan
kontribusi
positif
pada pemerintah
daerah Bali
di
tengah kita
sedang
mempromosikan Visit Indonesia Year 2008.
Adanya
kontribusi keamanan
pada
pilkada
akan dapat
memunculkan
distribusi
ekonomi
bagi rakyat Bali
khususnya
dan
pemerintah Indonesia pada
umumnya.
Kondisi
ini sudah
tentu
memberikan angin
segar
bagi
potensi kunjungan
wisatawan
ke Bali.
Sehingga
program Visit Indonesia Year 2008
berjalan sesuai
dengan
rencana.
Penulis,
pramuwisata
tinggal
di
Gianyar