kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 21 Pebruari 2008

 Debat

 

Pilkada Aman, Amankan VIY 2008
Oleh
I Made Setia Negara 

HAJATAN pilkada langsung yang akan segera digelar di Pulau Dewata tercinta ini merupakan pesta demokrasi tingkat propinsi untuk pertama kalinya. Rakyat akan memilih secara langsung pemimpinnya. Oleh karena itu rakyat harus menentukan pilihannya berdasarkan hati nuraninya. Tanpa demikian, niscaya pemimpin Bali ke depannya tak berkualitas serta tak reformis.

Pilkada Bali mempunyai misi yang sangat mulia serta strategis yaitu memilih gubernur yang nantinya bisa membawa roda pemerintahan Bali yang mampu menyejahterakan seluruh rakyatnya. Harapan tersebut sangatlah sederhana di tengah terpuruknya kondisi ekonomi yang sampai saat ini masih digelayuti awan tebal. Pesimisme mewarnai kehidupan sehari-hari masyarakat, diberpuruk lagi dengan maraknya aksi-aksi kriminalitas, gangguan kamtibmas, serta sulitnya mendapatkan lahan penghidupan.

Dengan adanya pilkada ini rakyat harus optimis karena ada secercah harapan untuk menuju pemerintahan yang lebih dinamis serta reformis di masa yang akan datang. Sehingga terkabulkannya harapan tersebut menjdi tumpuan pelaksanaan pilkada mendatang.

Pilkada ini seyogianya mendapat dukungan moral dari seluruh komponen masyarakat sehingga pelaksanaannya berjalan sesuai dengan rencana yaitu aman dan damai. Oleh karena itu, para kandidat serta elite politik mampu memberikan suritauladan dalam etika berpolitik. Para elite politik diharapkan jangan sebagai provokator, sebaliknya mampu memberikan pendidikan politik kepada masa pendukungnya. Selain itu, elite politik bisa memberikan ruang kepada rakyat dalam menyampaikan baik aspirasi maupun inspirasinya.

Hubungan batin yang mesra di antara elite dengan rakyat harus terus dibina serta dikembangkan dalam kehidupan berpolitik. Apabila hal itu terwujud, akan tercipta pemilu yang aman, nyaman, dan damai. Faktor keamanan, kenyamanan, dan kedamaian harus selalu hadir dalam setiap relung kehidupan dalam menyikapi pilkada nanti. Ketiga faktor ini berjalan secara sinergi di tengah masyarakat Bali dengan mengedepankan konsep ajeg Bali. Ajeg Bali jangan sampai berhenti pada tatanan wacana saja tetapi harus direalisasikan dalam kehidupan keseharian. Termasuk menjaga kondisi Bali yang damai secara berkesinambungan sehingga check and balance dalam kehidupan berpolitik menjelang pilkada berjalan dengan baik.

Semeton Bali harus berkaca pada pengalaman-pengalaman sebelumnya dimana banyak kasus kita temui dan lihat di daerah lain. Kerusuhan menjelang pilkada tidak akan menyelesaikan masalah melainkan menimbulkan masalah baru yang ujung-ujungnya rakyat akan menderita lahir batin. Kita berharap pilkada kali ini menjadi iklim yang positif bagi rakyat Bali. Perhatian terhadap rakyat dalam hal kesejahteraannya tetap harus dijaga. Kita belum sepenuhnya bangkit dari krisis multidimensi yang berkepanjangan sejak runtuhnya rezim Orde Baru. Ketergantungan mengimpor bahan baku untuk industri dalam negeri sudah selayaknya dikurangi karena kita akan bermain dengan mata uang asing yang sewaktu-waktu akan mengalami fluktuasi.

Pilkada yang damai akan memberikan kontribusi positif pada pemerintah daerah Bali di tengah kita sedang mempromosikan Visit Indonesia Year 2008. Adanya kontribusi keamanan pada pilkada akan dapat memunculkan distribusi ekonomi bagi rakyat Bali khususnya dan pemerintah Indonesia pada umumnya. Kondisi ini sudah tentu memberikan angin segar bagi potensi kunjungan wisatawan ke Bali. Sehingga program Visit Indonesia Year 2008 berjalan sesuai dengan rencana.

Penulis, pramuwisata tinggal di Gianyar

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)