Yudhoyono
Khawatir
Jadi
Sasaran
Amarah
Jakarta (Bali Post) -
Presiden
Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY)
meminta
para calon
kepala
daerah tidak
sembarangan
menjual
tema pendidikan
dan
kesehatan gratis saat
berkampanye.
Pasalnya,
jika
janji itu
tak
terwujud, rakyat
akan
marah
dan yang menjadi
sasarannya
adalah
pemerintah pusat.
''Kalau
tidak (hati-hati),
nanti
rakyat marah,
sasarannya
adalah
pemerintah pusat
dan yang
jadi
sasaran biasanya
saya
atau Pak Kalla (Wapres
Jusuf
Kalla-red), padahal
itu
janji-janji (calon)
kepala
daerah,'' ujar
Kepala Negara
usai
memimpin rapat
evaluasi
kerja 2007
dan
rencana kerja 2008
Departemen
Kesehatan,
Rabu (20/2)
kemarin.
Dikatakan
Yudhoyono,
tema
pendidikan dan
kesehatan gratis
memang
merupakan tema yang
layak
jual dalam
kampanye.
Namun,
para
kandidat kepala
daerah
seharusnya lebih
bersikap
realistis
sebelum
mengusung kedua
tema
itu.
''Bila (mereka)
terpilih,
tentu
rakyat ingin agar
kepala
daerahnya mewujudkannya
dan
kalau tidak
terwujud,
rakyat
marah,'' ujar
mantan
Menko Polkam
ini.
Presiden
Yudhoyono
mengatakan program
layanan
pendidikan dan
kesehatan
kepada
rakyat miskin
memang
menjadi kewajiban
pemerintah.
Pemerintah
pun sudah
menjadikan program-program
itu
sebagai prioritas.
Khusus
untuk
bidang kesehatan,
menurut
Presiden, pemerintah
telah
membuat program bantuan
kesehatan gratis
bagi 76
juta rakyat
miskin
dan hampir
miskin.
Namun, program yang
dikenal
dengan Askeskin
itu
baru dapat
berjalan
jika
pelaksanaannya didukung
semua
pihak,
termasuk
pemerintah
daerah.
''Untuk
itu,
saya minta
jajaran
pemerintahan di
pusat
dan daerah
memastikan program
ini
berjalan baik, agar
hasilnya
benar-benar
dirasakan
rakyat,''
pintanya.
Ketika
ditanya
kemungkinan adanya
mark up (penggelembungan)
dana
Askeskin yang
kini
tengah ramai
diberitakan,
Presiden
mengaku
belum dapat
memastikannya. ''Saya
tidak
boleh terlalu
cepat
mengatakan ada
pengelembungan,
biar audit yang
objektif
dan reliable
nanti
dilakukan,'' katanya
sambil
menambahkan, pemerintah
saat
ini juga
tengah
memikirkan
cara lain
di luar
mekanisme
Askeskin
untuk
membuat program pemberian
bantuan
asuransi kesehatan
dari
negara ke
rumah
sakit dengan
lebih
cepat. (kmb5)