kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 21 Pebruari 2008

 Nusantara


Yudhoyono
Khawatir Jadi Sasaran Amarah

Jakarta (Bali Post) -
Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta para calon kepala daerah tidak sembarangan menjual tema pendidikan dan kesehatan gratis saat berkampanye. Pasalnya, jika janji itu tak terwujud, rakyat akan marah dan yang menjadi sasarannya adalah pemerintah pusat.

''Kalau tidak (hati-hati), nanti rakyat marah, sasarannya adalah pemerintah pusat dan yang jadi sasaran biasanya saya atau Pak Kalla (Wapres Jusuf Kalla-red), padahal itu janji-janji (calon) kepala daerah,'' ujar Kepala Negara usai memimpin rapat evaluasi kerja 2007 dan rencana kerja 2008 Departemen Kesehatan, Rabu (20/2) kemarin.

Dikatakan Yudhoyono, tema pendidikan dan kesehatan gratis memang merupakan tema yang layak jual dalam kampanye. Namun, para kandidat kepala daerah seharusnya lebih bersikap realistis sebelum mengusung kedua tema itu.

''Bila (mereka) terpilih, tentu rakyat ingin agar kepala daerahnya mewujudkannya dan kalau tidak terwujud, rakyat marah,'' ujar mantan Menko Polkam ini.

Presiden Yudhoyono mengatakan program layanan pendidikan dan kesehatan kepada rakyat miskin memang menjadi kewajiban pemerintah. Pemerintah pun sudah menjadikan program-program itu sebagai prioritas.

Khusus untuk bidang kesehatan, menurut Presiden, pemerintah telah membuat program bantuan kesehatan gratis bagi 76 juta rakyat miskin dan hampir miskin. Namun, program yang dikenal dengan Askeskin itu baru dapat berjalan jika pelaksanaannya didukung semua pihaktermasuk pemerintah daerah. ''Untuk itu, saya minta jajaran pemerintahan di pusat dan daerah memastikan program ini berjalan baik, agar hasilnya benar-benar dirasakan rakyat,'' pintanya.

Ketika ditanya kemungkinan adanya mark up (penggelembungan) dana Askeskin yang kini tengah ramai diberitakan, Presiden mengaku belum dapat memastikannya. ''Saya tidak boleh terlalu cepat mengatakan ada pengelembungan, biar audit yang objektif dan reliable nanti dilakukan,'' katanya sambil menambahkan, pemerintah saat ini juga tengah memikirkan cara lain di luar mekanisme Askeskin untuk membuat program pemberian bantuan asuransi kesehatan dari negara ke rumah sakit dengan lebih cepat. (kmb5)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)