kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 21 Pebruari 2008

 Ekuin


Terkait
Subisidi Kedelai ----
Disperindag
Bali Minta Pendataan Ulang Perajin 

Denpasar (Bali Post) -
Meski
menggunakan data BPS dan telah mengantongi data sementara sebagai acuan dalam penyaluran subsidi kedelai, Disperindag Propinsi Bali tetap meminta Disperindag masing-masing kabupaten/kota untuk melakukan pendataan ulang keberadaan perajin tahu tempe. Hal itu dilakukan guna memastikan subsidi dapat disalurkan dengan tepat. Pendataan ulang tersebut tercetus dalam pertemuan antara Disperindag Propinsi Bali, Disperindag Kota/Kabupaten dan perajin tahu tempe, Rabu (20/2) kemarin.

Kadisperindag Bali I Gusti Ngurah Sutedja usai pertemuan mengatakan pendataan atau pengecekan ulang tersebut dilakukan agar subisidi yang nantinya bergulir tepat sasaran. Sehingga pihak-pihak yang hanya memanfaatkan subsidi di luar perajin tahu dan tempe dapat dikendalikan. Dia juga menambahkan, pendataan ulang tersebut telah rampung Senin mendatang.

Berdasarkan data sementara yang dikumpulkan dari Disperindag Kabupaten/Kota di Bali, terdapat 384 unit usaha tahu dan tempe dengan kebutuhan kedelai mencapai 45.960 kg per hari. 125 unit usaha diantaranya berada di Denpasar dengan kebutuhan akan kedelai mencapai 15.100 kg per hari. Kriteria perhitungan golongan perajin didasarkan atas jumlah kebutuhan bahan baku dan jumlah tenaga kerja yang diserap. Berdasarkan hitung-hitungan kasar sementara, tiap unit usaha disubsidi 23 kg per hari.

Sementara, data terakhir BPS dari sensus ekonomi menunjukkan jumlah perajin tahu tempe yang tergolong usaha mikro dan kecil di Bali mencapai 390-400 unit usaha. Namun data BPS ini masih menggunakan aset sebagai ukuran penggolongan jenis usaha. (ded)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)