Pemberian
Insentif----
Selamatkan
Usaha
Kecil dari
Mati
Suri
Denpasar
(Bal Post) -
Rencana
pemerintah
memberikan
insentif
bagi
usaha kecil
dinilai
cukup positif
menghadapi
kelesuan
ekonomi
serta persaingan yang
makin
ketat saat
ini.
Setidaknya
insentif
itu
bisa sebagai
dopping
untuk mencegah
usaha
kecil mati
suri.
Ketua
Hipmi Bali Ir. N.
Seniweca
mengatakan
hal itu,
Rabu (20/2)
kemarin,
menanggapi
janji
Menperin Fahmi
Idris
untuk memberi
insentif
bagi
usaha rakyat yang
menghadapi
kelesuan
saat
ini.
Dikatakannya,
dalam
kondisi lesu
dan
banyaknya produk
luar
negeri memasuki
pasar
lokal, pengusaha
kecil
menghadapi tantangan
yang berat.
Apalagi
pengusaha masih
banyak
memanfaatkan bahan
baku
impor.
Kenaikan harga
bahan
baku
impor
berpengaruh signifikan
terhadap
bahan
baku
lokal.
''Bahkan,
kalau yang
impor
naik, yang lokal
juga
ikut naik,''
tambahnya.
Jadi,
lanjutnya,
sebenarnya
sama-sama
memberatkan.
Kondisi
ini tentu
membuat
produsen ikut
berat
meski harus
memanfaatkan
bahan
baku
lokal.
Karena
itu
insentif ini
sangat
perlu diberikan
bukan
hanya saat
lesu,
juga ketika
kondisi normal.
Sebab,
dengan
pemberian insentif
dapat
meringankan beban
biaya
produksi sekaligus
memperkuat
daya
saing. ''Sekarang
ini
pesaing makin
banyak
dari negara
luar
seperti Cina
dan
Taiwan serta India yang
bisa
menjual produk
dengan
harga sangat
murah,''
tambahnya.
Seniweca
yang juga
pengelola
bisnis rent a car
tersebut
menambahkan,
selain
insentif pemerintah
juga
mesti membantu
pemasaran.
Pemasaran
ini
sangat penting
ketika
produsen berhasil
melakukan
produksinya.
Selama
ini
pasar masih
belum
banyak dijangkau
karena
berbagai keterbatasan
pengusaha.
Ditanya
soal
ekonomi Bali saat
ini,
Seniweca mengatakan
selama
pariwisata yang menjadi
panglima
ekonomi Bali
berjalan
baik,
maka ekonomi
juga
akan
berkembang.
Namun
pariwisata
itu
sangat rentan
terutama
menyangkut
keamanan.
''Keamanan
inilah yang
perlu
dimaksimalkan sehingga
stabilitas
terjaga
dengan baik,''
pesannya.
Ke
depan,
tambahnya, mengingat
makin
kompleksnya masalah,
pelaku
usaha diharapkan
terus
meningkatkan SDM-nya.
Ini
penting
sebab persaingan
bukan
hanya di
bidang
produksi, juga
kualitas. SDM yang
baik
selain mampu
meningkatkan
kualitas
produksi,
juga
faktor lain yang ikut
menentukan
dalam
sebuah kemajuan.
(031)