Pasokan
Elpiji
di Banyuwangi
Mulai
Langka
Banyuwangi
(Bali Post) -
Sejak
dua
hari terakhir
warga
Banyuwangi diresahkan
sulitnya
mencari
elpiji. Bahan
bakar
rumah tangga
ini
mulai menghilang
di
pasaran. Harganya pun
langsung
melambung.
Hampir
seluruh toko yang
menyediakan gas
ini
mengaku kehabisan
stok.
Harga
elpiji
ukuran 12 kilogram sudah
menembus
Rp 60
ribu per tabung.
Harga
ini jauh
dari
kondisi normal yang berkisar
Rp 56.000 per
tabung.
Kelangkaan gas ini
hampir
terjadi merata.
Terutama
di
sekitar perkotaan
Banyuwangi. "Sudah
dua
hari ini
pasokan
tidak datang,
enggak
tahu kenapa,"
kata
Mardiyah (45), penjual
elpiji
di Banyuwangi,
Rabu (20/2)
kemarin.
Ngadatnya
pasokan
langsung diikuti
melambungnya
harga.
Apalagi permintaan
masyarakat
tetap
saja tinggi.
Sejak
naiknya harga
minyak
tanah, masyarakat
banyak
beralih menggunakan
bahan
bakar elpiji. "Permintaan
tetap
tinggi, tetapi
jatah
pengiriman ngadat
dan
berkurang," sambung
Mardiyah.
Pedagang
harus
menunggu beberapa
hari
untuk mendapat
jatah
elpiji. Itu pun
jumlahnya
jauh
dari harapan.
Biasanya,
jatah yang
diterima
mencapai 20
tabung
dalam sekali
pengiriman.
Kini,
maksimal hanya 10
tabung.
Hilangnya
pasokan gas
alam
ini cukup
merepotkan
para
ibu rumah
tangga.
Mereka terpaksa
beralih
ke minyak
tanah
karena sulitnya
mencari
elpiji. "Saya
sudah
dua hari
keliling
tetapi
enggak ketemu.
Terpaksa
saya
gunakan minyak
tanah
untuk memasak,"
keluh
Amik (28), ibu
rumah
tangga asal
Mojoroto,
Banyuwangi.
Warga
hanya bisa
pasrah
dengan kondisi
itu.
Apalagi, pasokan
minyak
tanah juga
tetap
saja ngadat.
Antrean
juriken selalu
saja
terjadi di
setiap
pangkalan minyak
tanah.
Berkurangnya
pasokan
elpiji diakui
oleh
salah satu
distributor, Slamet.
Dia
menuturkan pasokan
elpiji
dari kilang
di
Pasuruan, Jawa
Timur
dikurangi sekitar 60
persen.
Akibatnya, jatah
untuk
masyarakat banyak
yang hilang. "Enggak
tahu
kenapa, dua
hari
lalu pasokan
dikurangi
mendadak,"
ujarnya.
Biasanya,
setiap distributor
mendapat
jatah 600
tabung per
hari.
Kini, hanya 250
tabung per
hari.
Untuk
menghindari
penimbunan
di
tingkat pengecer,
distributor terpaksa
membatasi
jumlah
pembelian. Ini
juga
mengantisipasi permainan
harga
di kalangan
pengecer.
Solusinya,
para distributor
menawarkan
langsung
kepada
masyarakat dengan
jasa
antar. "Harganya
tetap
seperti biasa.
Ini
menghindari keresahan
masyarakat,"
sambung
Slamet. Distributor meyakini
pasokan
akan kembali
lancar
dalam beberapa
hari ke
depan.
Ini menyusul
dikabulkanya
seluruh
pengajuan pasokan
yang diusulkan
ke
produsen di
Pasuruan.
Selama
ini, pasokan
elpiji
Banyuwangi hanya
disuplai
dari
kawasan itu.
Banyuwangi
tergolong
tinggi
untuk pengguna
bahan
bakar gas tersebut.
(udi)