kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 21 Pebruari 2008

 Ekuin


Pasokan
Elpiji di Banyuwangi Mulai Langka  

Banyuwangi (Bali Post) -
Sejak
dua hari terakhir warga Banyuwangi diresahkan sulitnya mencari elpiji. Bahan bakar rumah tangga ini mulai menghilang di pasaran. Harganya pun langsung melambung. Hampir seluruh toko yang menyediakan gas ini mengaku kehabisan stok.

Harga elpiji ukuran 12 kilogram sudah menembus Rp 60 ribu per tabung. Harga ini jauh dari kondisi normal yang berkisar Rp 56.000 per tabung. Kelangkaan gas ini hampir terjadi merata. Terutama di sekitar perkotaan Banyuwangi. "Sudah dua hari ini pasokan tidak datang, enggak tahu kenapa," kata Mardiyah (45), penjual elpiji di Banyuwangi, Rabu (20/2) kemarin.

Ngadatnya pasokan langsung diikuti melambungnya harga. Apalagi permintaan masyarakat tetap saja tinggi. Sejak naiknya harga minyak tanah, masyarakat banyak beralih menggunakan bahan bakar elpiji. "Permintaan tetap tinggi, tetapi jatah pengiriman ngadat dan berkurang," sambung Mardiyah.

Pedagang harus menunggu beberapa hari untuk mendapat jatah elpiji. Itu pun jumlahnya jauh dari harapan. Biasanya, jatah yang diterima mencapai 20 tabung dalam sekali pengiriman. Kini, maksimal hanya 10 tabung.

Hilangnya pasokan gas alam ini cukup merepotkan para ibu rumah tangga. Mereka terpaksa beralih ke minyak tanah karena sulitnya mencari elpiji. "Saya sudah dua hari keliling tetapi enggak ketemu. Terpaksa saya gunakan minyak tanah untuk memasak," keluh Amik (28), ibu rumah tangga asal Mojoroto, Banyuwangi. Warga hanya bisa pasrah dengan kondisi itu. Apalagi, pasokan minyak tanah juga tetap saja ngadat. Antrean juriken selalu saja terjadi di setiap pangkalan minyak tanah.

Berkurangnya pasokan elpiji diakui oleh salah satu distributor, Slamet. Dia menuturkan pasokan elpiji dari kilang di Pasuruan, Jawa Timur dikurangi sekitar 60 persen. Akibatnya, jatah untuk masyarakat banyak yang hilang. "Enggak tahu kenapa, dua hari lalu pasokan dikurangi mendadak," ujarnya. Biasanya, setiap distributor mendapat jatah 600 tabung per hari. Kini, hanya 250 tabung per hari.

Untuk menghindari penimbunan di tingkat pengecer, distributor terpaksa membatasi jumlah pembelian. Ini juga mengantisipasi permainan harga di kalangan pengecer. Solusinya, para distributor menawarkan langsung kepada masyarakat dengan jasa antar. "Harganya tetap seperti biasa. Ini menghindari keresahan masyarakat," sambung Slamet. Distributor meyakini pasokan akan kembali lancar dalam beberapa hari ke depan. Ini menyusul dikabulkanya seluruh pengajuan pasokan yang diusulkan ke produsen di Pasuruan. Selama ini, pasokan elpiji Banyuwangi hanya disuplai dari kawasan itu. Banyuwangi tergolong tinggi untuk pengguna bahan bakar gas tersebut. (udi)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)